Komdigi Janjikan Internet Murah Rp100 Ribu untuk 100 Mbps segera Hadir, tapi Bukan untuk Seluler

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 14 Februari 2025 | 08:56 WIB
Komdigi bakal menyiapkan internet murah Rp100ribu untuk layanan internet rumah, serta untuk sektor pendidikan dan kesehatan. (Pixabay/Methodshop)
Komdigi bakal menyiapkan internet murah Rp100ribu untuk layanan internet rumah, serta untuk sektor pendidikan dan kesehatan. (Pixabay/Methodshop)

PejuangKantoran.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan masyarakat dapat menikmati layanan internet kabel dengan kecepatan hingga 100 Mbps dalam waktu dekat.

Saat ini Komdigi tengah menyiapkan spektrum frekuensi radio 80 MHz di pita frekuensi 1,4 GHz untuk mendukung penyediaan layanan internet murah.

Frekuensi ini akan dialokasikan untuk Broadband Wireless Access (BWA) dan kabarnya akan segera dilelang dalam waktu dekat.

Baca Juga: Banyak Karyawan Diam-Diam Pakai AI di Tempat Kerja, Berisiko Bocorkan Informasi Penting Perusahaan

Frekuensi tersebut akan dimanfaatkan untuk layanan internet rumah, serta mendukung sektor pendidikan dan kesehatan.

Pemerintah berharap frekuensi ini dapat menyediakan akses internet murah dan cepat.

Standar kecepatan layanan internet bagi penyedia BWA ditetapkan pada 100 Mbps dengan harga berkisar antara Rp100.000 hingga Rp150.000.

"Kalau tarif Rp100 ribu sampai Rp150 ribu lah harapan kami. Jadi ingat ini bukan untuk seluler," kata Dirjen Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto.

"Jadi sebenarnya kalau mereka akan membangun di sini, dia harus bawa fiber optik dulu, lalu dia naikkan [pancarkan] ke rumah-rumah lewat akses internet," kata Wayan.

Baca Juga: 5 Dampak Efisiensi Anggaran Kebijakan Prabowo, ASN Hanya WFO 3 Hari dan Perlintasan KA Tak Dijaga

Lelang frekuensi 1,4 GHz

Terkait dengan klaim internet murah, Wayan Toni menjelaskan bahwa kebijakan ini didasarkan pada hasil kajian yang telah dilakukan.

"Ya, karena ini kan sebagai akses ya, kelihatannya dari teknologi yang menurut ITU ini benar-benar bisa memberikan aspek yang murah kepada masyarakat. Itu dari kajian sih," ujar Wayan, di Gedung DPR RI, Senayan, Senin 10 Februari 2025.

 

Ia menegaskan bahwa solusi terbaik untuk menghadirkan internet murah adalah dengan melelang frekuensi 1,4 GHz, yang diharapkan dapat berlangsung pada pekan ketiga Februari 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: cnbcindonesia.com, bloombergtechnoz.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X