Warung Bu Sum di Pasar Beringharjo yang Terjaga Kualitasnya, Berkembang berkat Pendanaan BRI

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 11 April 2025 | 17:51 WIB
Salah satu faktor penting yang membantu Warung Bu Sum tumbuh dan bertahan adalah dukungan pendanaan UMKM dari BRI. (BRI)
Salah satu faktor penting yang membantu Warung Bu Sum tumbuh dan bertahan adalah dukungan pendanaan UMKM dari BRI. (BRI)

PejuangKantoran.com - Siapa yang tak kenal Warung Bu Sum, tempat makan legendaris di Pasar Beringharjo, Yogyakarta? Rasanya kurang lengkap jika berkunjung ke Yogya tanpa bersantap di warung legendaris tersebut.

Warung Bu Sum menjadi terkenal karena keunikan cita rasa dan kualitasnya yang masih terjaga, sehingga menjadi destinasi kuliner favorit selama lebih dari enam puluh tahun ini.

Padahal, warung ini dulunya merupakan tempat makan kecil biasa. Menurut Udiyanti, penerus generasi ketiga dari Warung Bu Sum, usaha ini dulunya bahkan tidak memiliki nama.

Baca Juga: 'Joy of Missing Out,' Biar Liburan Tenang Tanpa Gangguan Pekerjaan dan si Bos!

Makanan khas yang ditawarkan oleh Warung Bu Sum adalah Sate Kere, sate sandung lamur (daging sapi dengan lapisan lemak) yang dibakar dengan bumbu rempah dan kecap.

Menu lainnya yang juga diminati oleh para pelanggan antara lain gulai sapi dan soto daging. Hidangan-hidangan tersebut masih dimasak dengan cara tradisional, yakni dengan menggunakan anglo kecuali untuk kuahnya.

Jika sedang bersantap di warung, pengunjung bisa mencium sendiri aroma rempah yang gurih dan nikmat yang pasti akan menambah selera makan.

“Di sini memang makanannya khas Jawa semua. Kalau yang favorit ada sate kere yang terbuat dari daging sapi, tapi ada juga sate ayam, nasi gudeg, mangut lele, dan lainnya.

“Untuk jam operasionalnya sendiri mulai dari jam 6 pagi hingga 4 sore setiap harinya, karena kita masih ikut jam buka-tutup pasar,” ujar Udiyanti.

Udiyanti mengatakan, usaha turun-temurun yang ditekuninya tersebut kini menghasilkan omzet hingga belasan jutaan rupiah setiap harinya, tak terkecuali ketika momen Lebaran tiba.

Baca Juga: Pro dan Kontra Penggunaan Gimbal HP, Pastikan Kamu Paham sebelum Memutuskan Membeli!

“Selama Lebaran, kami tutup 2 hari. Di hari ke-3 baru buka kembali. Dan mulai dari hari ke-3 ini sudah kembali ramai dan bisa bertahan sampai libur sekolah anak-anak selesai,” tuturnya.

Pendanaan dari BRI

Jika Warung Bu Sum mampu berkembang hingga sebesar sekarang, hal itu bukan hanya hasil dari kerja keras semata. Salah satu faktor penting yang membantu warung legendaris ini tumbuh dan bertahan adalah dukungan pendanaan UMKM dari BRI.

Udiyanti pertama kali mengetahui program pendanaan UMKM dari BRI saat bank tersebut mengadakan Grebek Pasar di Pasar Beringharjo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X