Selama kunjungan yang menegangkan di Bangladesh, Paus Fransiskus bertemu dengan sekelompok pengungsi Rohingya, yang telah dianiaya dan diusir secara brutal dari Myanmar.
Paus tidak hanya mendengarkan cerita mereka tetapi juga meminta maaf atas ketidakpedulian dunia terhadap penderitaan mereka. Secara terbuka ia menggunakan kata "Rohingya," yang dihindari oleh banyak pemimpin karena alasan politik.
Baca Juga: Detail Mengejutkan Peti Paus Fransiskus : Simbol Kesederhanaan Tradisi Pemakaman Paus
Tindakan Paus dinilai sangat berani. Ia tidak berbicara seperti politisi; melainkan menanggapi seperti sesama manusia yang merasakan penderitaan mereka.
Kunjungannya di kawasan kumuh Brasil (2013)
Momen berkesan dari Paus Fransiskus juga terjadi saat perayaan Hari Pemuda Sedunia di Rio de Janeiro, Brasil, Juli 2013. Paus mengunjungi kawasan kumuh (favela) di Varginha, yang dulu diperebutkan oleh geng narkoba yang kejam.
Paus merangkul penduduk dan berjalan melalui jalan-jalan sempit dan berlumpur tanpa pengamanan ketat, untuk menunjukkan solidaritas dengan kaum miskin dan terpinggirkan.
Selama kunjungannya, Paus menyampaikan pesan agar kaum muda melawan korupsi dan bekerja untuk masyarakat yang lebih adil. Ia juga menyampaikan pentingnya mengatasi kesenjangan dan perlunya gereja yang "untuk kaum miskin".
Berjumpa Imam Besar Al-Azhar di Mesir (2016)
Pada hari Senin (23/5/2016), Paus Fransiskus bertemu Sheikh Ahmed el-Tayeb di Mesir dengan tujuan untuk mendorong perdamaian dan dialog antara umat Kristen dan Muslim.
Baca Juga: Gara-gara JD Vance, Donald Trump Kebagian Kursi di Sebelah Toilet saat Pemakaman Paus Fransiskus?
Sheik Ahmed el-Tayyib adalah Imam Besar Al-Azhar, pusat Pendidikan muslim Sunni terkemuka di Kairo, Mesir. Pertemuan tersebut terjadi lima tahun setelah Al-Azhar membekukan pembicaraan dengan Vatikan.
El-Tayyib mengatakan bahwa ia mengharapkan kerja sama yang baru. Paus Fransiskus menyambut baik harapan tersebut, dan menjelaskan bahwa hubungan dengan Islam merupakan prioritas utama.
Kunjungannya yang bersejarah ke Irak (2021)
Paus Fransiskus melakukan perjalanan ke Irak meskipun ada masalah keamanan dan pandemi, untuk bertemu dengan para penyintas Kristen dari serangan ISIS. Ia berdoa di Mosul di antara reruntuhan gedung, dan menyerukan perdamaian dan harapan.
Artikel Terkait
3 Cara Mengelola Energi di Tempat Kerja agar Tidak Menurunkan Produktivitas dan Mengganggu Kesehatan
7 Pekerjaan Freelance yang Paling Menjanjikan di 2025, Wajib Kamu Coba!
Kelebihan dan Kekurangan Apabila Status Kamu Sebagai Pekerja Kontrak atau PKWT
Produk Minuman Herbal Kamandalu Ashitaba Menjadi UMKM Binaan BRI yang Sukses Meraih Pasar Global
Series Theo & Ruza Usung Kisah Cinta di Kalangan Geng Motor dengan Bumbu Toxic Masculinity
Sempat Ditutup untuk Upacara Keagamaan, Pura Lempuyang Luhur Kembali Dibuka Akhir April 2025
Orang yang Lebih Suka Mengirim Chat daripada Menelepon Ternyata Punya Alasan Masuk Akal