Ada Apa Nih? Microsoft Larang Karyawannya Pakai Aplikasi AI dari China, DeepSeek!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 11 Mei 2025 | 16:58 WIB
Ilustrasi: Microsoft secara resmi melarang semua karyawannya untuk menggunakan aplikasi AI buatan China, DeepSeek. (Freepik)
Ilustrasi: Microsoft secara resmi melarang semua karyawannya untuk menggunakan aplikasi AI buatan China, DeepSeek. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Baru-baru ini, Microsoft membuat keputusan yang cukup mengejutkan: mereka secara resmi melarang semua karyawannya untuk menggunakan aplikasi AI buatan perusahaan China: DeepSeek.

Menurut Presiden Microsoft, Brad Smith, larangan ini muncul karena dua alasan utama: masalah keamanan data dan risiko konten propaganda dari pemerintah China.

Dalam sebuah sidang dengar pendapat di Senat AS soal persaingan AI antara AS dan China, Smith blak-blakan bilang, “Kami tidak mengizinkan karyawan menggunakan aplikasi DeepSeek.”

Baca Juga: Lowongan Kerja Social Media Officer di Maskapai Susi Air, Cek Juga 9 Posisi Lain yang Ditawarkan!

Apa masalahnya?

Pertama-tama, DeepSeek punya kebijakan privasi yang menyatakan kalau semua data pengguna disimpan di server di China. Nah, itu jadi masalah besar karena hukum di China mengharuskan perusahaan tech untuk kerja sama dengan badan intelijen pemerintah.

Jadi, kalau kamu pakai aplikasi ini, bisa aja datamu ikut diakses pemerintah sana.

Kedua, DeepSeek juga dikenal sering menyensor topik-topik yang dianggap sensitif oleh pemerintah China. Jadi, misalnya kamu nanya hal-hal tertentu, jawabannya bisa aja dibentuk supaya sesuai dengan narasi pemerintah mereka. Inilah yang dimaksud dengan potensi “propaganda”.

Uniknya, meskipun sekarang dilarang, Microsoft sempat menyediakan model AI DeepSeek-R1 di layanan cloud mereka, Azure.

Bedanya di sini adalah Microsoft cuma menawarkan modelnya, bukan aplikasinya langsung. Jadi, pengguna bisa download modelnya dan jalankan di server mereka sendiri, tanpa harus kirim data balik ke China.

Bahkan, Smith bilang kalau Microsoft sempat “mengutak-atik” model DeepSeek ini.

Baca Juga: Segini Gaji yang akan Diterima Paus Leo XIV Tiap Bulan, akankah Ia Mengikuti Jejak Paus Fransiskus?

"Kami dapat masuk ke dalamnya, menganalisisnya, dan mengubah kode dalam model… untuk menghilangkan efek samping yang berbahaya,” kilah Smith, tanpa menjelaskan lebih detail mengenai efek samping tersebut.

Soal persaingan bisnis

Bisa jadi memang ada faktor persaingan bisnis, mengingat DeepSeek juga merupakan kompetitor langsung Microsoft Copilot. Tapi menariknya, Microsoft nggak serta-merta ngeblok semua aplikasi chatbot dari kompetitor lain. Contohnya, aplikasi AI Perplexity masih tersedia di toko aplikasi Windows.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: TechCrunch, Entrepreneur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X