Penggunaan AI Chatbot di Kantor Ternyata Belum Memberi Dampak untuk Gaji yang Lebih Besar

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 21 Mei 2025 | 22:01 WIB
Ilustrasi: Penggunaan AI di tempat kerja ternyata belum memberi dampak seheboh yang digembar-gemborkan. (Freepik)
Ilustrasi: Penggunaan AI di tempat kerja ternyata belum memberi dampak seheboh yang digembar-gemborkan. (Freepik)

“Kalau tempat kerjamu tidak secara terbuka mendukung penggunaan AI, susah juga rasanya buat bilang ke bos, ‘Saya mau tanggung jawab lebih karena saya jadi lebih cepat kerja pakai AI,’” jelas Humlum.

Jujur saja, siapa sih yang mau terang-terangan bilang ke bos kalau kerjaan jadi lebih ringan? Bukannya nanti malah dikasih kerjaan tambah banyak?

Baca Juga: BRI Umumkan 45 Jurnalis Penerima Beasiswa S2 dalam Program BRI Fellowship Journalism 2025

Realita vs ekspektasi

Klarna, perusahaan pembayaran yang sempat viral karena mengganti pekerja manusia dengan AI, kini juga mulai mengurangi hype-nya. Bahkan menurut survei IBM ke 2.000 CEO, cuma 25% proyek AI yang betul-betul memberi hasil sesuai ekspektasi.

Mayoritas perusahaan investasi di AI karena takut ketinggalan, bukan karena mereka yakin bakal langsung mendapat manfaatnya.

Ekonom pemenang Nobel, Daron Acemoglu, bahkan bilang kalau AI mungkin cuma akan menambah 1,1–1,6% ke pertumbuhan GDP dalam 10 tahun ke depan. Lumayan sih, tapi tidak seheboh prediksi yang bilang AI bisa melipatgandakan ekonomi negara.

Menurut Acemoglu, supaya AI benar-benar meningkatkan produktivitas, butuh waktu dan usaha: pelatihan karyawan, investasi tambahan, dan perubahan cara kerja organisasi.

Baca Juga: Soal Pembatasan Diskon Ongkir E-Commerce yang Diatur Komdigi, Pos Indonesia Bilang Begini

Seperti yang dibilang Humlum, revolusi teknologi butuh waktu. Listrik aja dulu butuh puluhan tahun sebelum bisa benar-benar ganti mesin uap. Jadi wajar kalau AI belum kelihatan "wow" sekarang.

Meskipun tidak langsung membuat pekerjaan beres dan gaji naik, AI bisa jadi alat bantu yang berguna dengan strategi yang tepat dan support dari perusahaan. Yang penting, kita mengerti kapan dan bagaimana cara memakainya dengan efektif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Fortune, Yahoo Finance

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X