“Kalau tempat kerjamu tidak secara terbuka mendukung penggunaan AI, susah juga rasanya buat bilang ke bos, ‘Saya mau tanggung jawab lebih karena saya jadi lebih cepat kerja pakai AI,’” jelas Humlum.
Jujur saja, siapa sih yang mau terang-terangan bilang ke bos kalau kerjaan jadi lebih ringan? Bukannya nanti malah dikasih kerjaan tambah banyak?
Baca Juga: BRI Umumkan 45 Jurnalis Penerima Beasiswa S2 dalam Program BRI Fellowship Journalism 2025
Realita vs ekspektasi
Klarna, perusahaan pembayaran yang sempat viral karena mengganti pekerja manusia dengan AI, kini juga mulai mengurangi hype-nya. Bahkan menurut survei IBM ke 2.000 CEO, cuma 25% proyek AI yang betul-betul memberi hasil sesuai ekspektasi.
Mayoritas perusahaan investasi di AI karena takut ketinggalan, bukan karena mereka yakin bakal langsung mendapat manfaatnya.
Ekonom pemenang Nobel, Daron Acemoglu, bahkan bilang kalau AI mungkin cuma akan menambah 1,1–1,6% ke pertumbuhan GDP dalam 10 tahun ke depan. Lumayan sih, tapi tidak seheboh prediksi yang bilang AI bisa melipatgandakan ekonomi negara.
Menurut Acemoglu, supaya AI benar-benar meningkatkan produktivitas, butuh waktu dan usaha: pelatihan karyawan, investasi tambahan, dan perubahan cara kerja organisasi.
Baca Juga: Soal Pembatasan Diskon Ongkir E-Commerce yang Diatur Komdigi, Pos Indonesia Bilang Begini
Seperti yang dibilang Humlum, revolusi teknologi butuh waktu. Listrik aja dulu butuh puluhan tahun sebelum bisa benar-benar ganti mesin uap. Jadi wajar kalau AI belum kelihatan "wow" sekarang.
Meskipun tidak langsung membuat pekerjaan beres dan gaji naik, AI bisa jadi alat bantu yang berguna dengan strategi yang tepat dan support dari perusahaan. Yang penting, kita mengerti kapan dan bagaimana cara memakainya dengan efektif.
Artikel Terkait
Bicara di Depan Umum Memang Bikin Nervous, Untung Ada Cara Melatih Public Speaking agar Lebih Pede
Tiga Alasan Rizky Billar dan Lesti Kejora Mau Tampil Sebagai Cameo di Film 'Cocote Tonggo'
Bangkit Bersama UMKM, Ini Kontribusi Nyata BRI untuk Indonesia Lebih Kuat di Hari Kebangkitan Nasional
Bagi Kamu Yang Pelari, Lakukan Juga Latihan Kekuatan. Berikut ini Latihan Yang Harus Kamu Lakukan
Soal Pembatasan Diskon Ongkir E-Commerce yang Diatur Komdigi, Pos Indonesia Bilang Begini
Olah Raga Cardio Itu Penting Bagi Jantung. Berikut Alasan 7 Olah Raga Ini Bisa Disebut Oleh Raga Cardio
Buat Lomba Lari 5K, Konsumsi Makanan dan Minuman Berikut Ini Agar Lombamu Sukses dan Aman