Job Fair Bekasi Ricuh, Kemenaker Tegaskan Bukan Karena Minim Lowongan Kerja, Tapi...

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 31 Mei 2025 | 08:47 WIB
Ilustrasi lowongan kerja (Ist/freepik)
Ilustrasi lowongan kerja (Ist/freepik)

PejuangKantoran,com - Kericuhan dalam pelaksanaan job fair yang digelar Pemerintah Kabupaten Bekasi pada 27 Mei 2025 memicu sorotan publik.

Ribuan pencari kerja memadati Gedung Convention Center Presiden, tempat diadakannya acara tersebut, hingga menyebabkan antrean membludak, ketidaknyamanan, bahkan beberapa peserta dilaporkan pingsan karena kondisi yang terlalu padat.

Di tengah sorotan terhadap peristiwa ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menepis anggapan bahwa kekurangan jumlah lowongan kerja menjadi penyebab utama kekacauan tersebut. Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, menegaskan bahwa permasalahan utama justru terletak pada kesiapan teknis panitia pelaksana di lapangan.

Baca Juga: Berkat Hakim Federal AS, Mahasiswa Internasional Sementara Bisa Lanjut Kuliah di Harvard!

“Kalau dilihat dari konstruksi berpikir, menganggap kekurangan lowongan sebagai penyebab utama kericuhan adalah keliru,” ujar Anwar Kamis (29/5/2025). Ia menilai, kapasitas tempat dan manajemen pelaksanaan yang tidak memadai adalah faktor dominan terjadinya kepadatan luar biasa.

Menurut Anwar, Gedung Convention Center Presiden yang menjadi lokasi kegiatan memiliki keterbatasan ruang dan akses keluar-masuk. Dengan jumlah pelamar yang mencapai lebih dari 25.000 orang dan hanya sekitar 2.000 lowongan tersedia, kepadatan menjadi tak terhindarkan.

Meski demikian, Anwar menekankan bahwa Kemenaker sebenarnya telah memiliki standar operasional pelaksanaan bursa kerja yang dapat dijadikan panduan bagi pemerintah daerah. Ia menyayangkan kurangnya koordinasi antara panitia pelaksana dan kementeriannya dalam persiapan acara tersebut.

Baca Juga: Lowongan Kerja: Senior Sales Marketing Manager di Taman Safari Indonesia

“Kami sudah memiliki SOP yang bisa diikuti, termasuk untuk memastikan bahwa lowongan kerja yang ditawarkan benar-benar valid dan sesuai kebutuhan pasar tenaga kerja,” jelasnya.

Lebih lanjut, Anwar juga menekankan pentingnya job fair diselenggarakan di lokasi yang memadai, seperti area terbuka dengan sistem keluar-masuk yang lebih fleksibel. Hal ini dinilai akan membantu pengaturan arus pengunjung dan mencegah kepadatan ekstrem seperti yang terjadi di Bekasi.

Di sisi lain, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang mengakui bahwa pelaksanaan job fair perdana ini masih jauh dari sempurna. Ia menyebut acara tersebut merupakan bagian dari program prioritas 100 hari kerjanya, dengan tujuan utama membuka lebih banyak akses kerja bagi masyarakat lokal.

“Kami membuka lebih dari 2.000 lowongan, tapi yang datang mencapai 25.000. Ke depan, kita harus menyesuaikan skema pelaksanaan, baik dari sisi kapasitas lowongan maupun teknis penyelenggaraan,” kata Ade.

Baca Juga: Mini Drama dengan Format Vertikal Lagi Digemari, Ceritanya Padat dan Pemainnya Ngetop Semua

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengevaluasi skema waktu pelaksanaan, termasuk kemungkinan pembagian sesi, agar acara serupa di masa mendatang dapat berjalan lebih tertib dan aman. Pemerintah daerah juga berencana menjalin diskusi dengan kawasan industri untuk memperluas jumlah lowongan yang bisa ditawarkan dalam bursa kerja berikutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X