Setelah 37 Tahun, Anna Wintour Mundur dari Jabatan Pemimpin Redaksi Vogue Terbitan Amerika

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 28 Juni 2025 | 19:21 WIB
Setelah tiga dekade, Anna Wintour mengundurkan diri dari jabatan editor in chief majalah Vogue Amerika. (Instagram @the.annawintour)
Setelah tiga dekade, Anna Wintour mengundurkan diri dari jabatan editor in chief majalah Vogue Amerika. (Instagram @the.annawintour)

PejuangKantoran.com - Wajah yang ikonik itu mungkin tidak akan terlihat lagi di barisan depan peragaan busana di seluruh dunia. Perempuan yang sosoknya menginspirasi karakter Meryl Streep dalam film The Devil Wears Prada itu mungkin juga tak akan muncul lagi dalam perhelatan Met Gala yang menjadi salah satu acara fashion paling terkenal.

Ini karena Anna Wintour mundur dari jabatan pemimpin redaksi Vogue terbitan Amerika, setelah lebih dari tiga dekade memimpin majalah mode tersebut. Ia membuka jalan bagi editor-editor muda untuk membantu membentuk publikasi ikonik tersebut.

Wintour merancang sampul pertamanya di majalah Vogue pada Oktober 1988. Cover tersebut menampilkan model muda kurang terkenal, Michaela Bercu, yang memadukan jaket bergaya Christian Lacroix dan celana jeans. Bercu juga difoto di jalanan dengan senyum ceria.

Baca Juga: Layanan Hybrid Bank Mampu Menjangkau 67 Ribu Desa, AgenBRILink Sumbang Rp643 Miliar bagi BRI

Sampul Vogue perdananya langsung bikin heboh, karena dianggap tidak sesuai pakem. Pihak percetakan menelepon pemimpin redaksi Vogue yang baru itu karena mengira ada kesalahan dengan konsep sampulnya.

"Saya tidak bisa menyalahkan mereka," kenang Dame Anna Wintour tentang cover pertamanya. "Itu sangat berbeda dengan foto close-up yang elegan dan terencana yang merupakan ciri khas sampul Vogue saat itu, dengan banyak riasan dan perhiasan besar. Yang ini melanggar semua aturan."

Celana jeans tersebut baru diputuskan untuk dikenakan pada menit-menit terakhir, setelah rok yang seharusnya dikenakan Bercu tidak pas. Namun pesan yang ingin disampaikan jelas: bintang sampul itu terkesan sebagai gadis yang biasa ditemui sehari-hari.

Wintour dianggap telah membuat gebrakan besar dengan perubahan-perubahan tersebut. Vogue pun memasuki era barunya.

"Dia orang pertama yang menjadikan mode sebagai industri budaya global," kata Marian Kwei, penata gaya dan kontributor Vogue, kepada BBC Radio 4's Today. Ia menambahkan, Dame Anna "juga menunjukkan bahwa mode bisa lebih mudah dipahami".

"Dia menyingkirkan elitisme yang ada dalam mode, dan membawa demokratisasi, dan menjadikan mode sebagai pesta yang mengundang semua orang."

Baca Juga: Meski Dilakukan untuk Refreshing, Travelling Juga Bisa Menimbulkan Kecemasan. Mengapa?

Pelopor citra sampul selebritas

Selama 37 tahun masa jabatannya, Wintour membantu Vogue tumbuh menjadi penentu selera budaya, membangun hubungan dengan rumah mode besar, dan mengangkat desainer-desainer yang sedang naik daun.

Selepas pengunduran dirinya, perempuan berusia 75 tahun ini akan terus menjabat sebagai Chief Content Officer Condé Nast global, dan Direktur Editorial Vogue global. Wintour mengawasi sebagian besar portofolio Condé Nast, termasuk Vanity Fair, Glamour, Allure, dan GQ.

Roger Lynch, CEO Condé Nast, mengatakan bahwa Wintour sudah merangkap tiga jabatan sejak 2020, sehingga masuk akal kalau ia memutuskan mundur dari majalah itu. Lynch berencana untuk merekrut kepala konten baru untuk Vogue Amerika.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: BBC, Tovima

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X