Pejuangkantoran.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung program Pemerintah yang berpihak pada rakyat. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2025.
Dengan menjadi bank penyalur BSU, BRI kembali dipercaya Pemerintah untuk turut aktif membantu menjaga daya beli Masyarakat. Seperti kita tahu BSU adalah insentif yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan daya beli Masyarakat
Nilai bantuan yang didapatkan Masyarakat yang berhak adalah sebesar Rp300.000,- per bulan. Nilai ini diberikan sekaligus.
Manfaat dari BSU untuk perekonomian Indonesia sangat besar. BSU bisa meningkatkan daya beli masyarakat. Menurut web site mediakeuangan.kemenkeu.go.id, bantuan ini bisa meningkatkan pengeluaran kelompok sasaran sebesar 10%.
Peningkatan ini tentu saja memastikan kelompok sasaran tetap memiliki kemampuan untuk membeli kebutuhan dasar sehari-hari. Dengan demikian, konsumsi tetap berjalan meskipun harga-harga naik.
Konsumi rumah tangga ini berkontribusi sekitar 50% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan begitu membantu menggerakkan roda ekonomi di tingkat lokal dan mendukung pelaku UMKM.
Selain itu, BSU juga membantu mencegah PHK massal dengan menjaga agar Perusahaan tetap mampu membayar upah pekerja, sehingga stabilitas kerja tetap terjaga dan keahlian tidak hilang.
Baca Juga: BRI Menjadi Bank dengan Portofolio Sustainable Financing Terbesar di Indonesia
Oleh karena itu, Pemerintah menargetkan sebanyak 17 juta pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta per bulan atau sebesar upah minimum provinsi atau kabupaten/kota (UMP/UMK) yang berhak untuk menerima bantuan tersebut.
Selain pekerja yang memiliki upah di bawah Rp3,5 juta, sebanyak 3,4 juta guru honorer juga bisa menerima BSU sebesar Rp300.000,-.
Kolaborasi Mempercepat Pemulihan Ekonomi
Pada tahun ini, BRI berhasil menyalurkan BSU 2025 kepada 2,8 juta rekening penerima manfaat dengan total nominal mencapai Rp1,72 triliun. Adapun penyaluran tersebut dilakukan dalam tiga tahap, yaitu:
- Tahap 1: 1,1 juta rekening dengan nilai Rp695,46 miliar
- Tahap 2: 803 ribu rekening dengan nilai Rp481,95 miliar
- Tahap 3: 919 ribu rekening dengan nilai Rp551,81 miliar
Pada tahun 2020, BRI menyalurkan BSU kepada sekitar 1,4 juta pekerja sebagai penerima manfaat. Kemudian pada 2022, BRI kembali menjalankan penugasan tersebut dengan cakupan yang lebih luas, menyalurkan bantuan kepada 3,2 juta pekerja dengan total nilai mencapai Rp1,92 triliun.
Seluruh proses penyaluran oleh BRI dilaksanakan secara terintegrasi dan berbasis data dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Artikel Terkait
Raih Penghargaan Bergengsi di IICD Corporate Governance Award, Bukti Komitmen BRI pada Integritas
Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Green Financing BRI Terus Tumbuh di Tengah Transformasi Hijau Industri Perbankan
BRI Jadi Institusi Keuangan Nomor 1 di Indonesia Dalam Daftar Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2025
Dengan Semangat BRIvolution 3.0 , BRI Lakukan Penguatan Aspek Bisnis, Tata Kelola dan Manajemen Risiko
15 Penghargaan FinanceAsia Award 2025 untuk BRI Buktikan Fundamental Bisnis yang Tangguh
Analis Kompak Rekomendasikan Investor untuk Beli Saham BBRI, Bukti Adanya Market Trust Yang Fundamental