PejuangKantoran.com - Nama CEO Astronomer Andy Byron sedang jadi bahan pembicaraan setelah video mesra dirinya dengan seorang wanita viral di media sosial.
Dalam video yang diambil di konser Coldplay di Boston, pria 50 tahun itu terlihat memeluk erat Kristin Cabot, Kepala HR di Astronomer, dan tertangkap kiss cam.
Begitu sadar disorot, keduanya buru-buru keluar dari frame dan berusaha bersembunyi.
Vokalis Coldplay, Chris Martin, bahkan sempat bercanda dan bilang, “Entah mereka berselingkuh atau cuma pemalu banget.”
Baca Juga: Untuk Kali Pertama, Netflix Gunakan AI Generatif untuk Produksi Salah Satu Serialnya
Namun, candaan itu justru semakin ironis karena ternyata kedua pelaku perselingkuhan itu sudah menikah dengan pasangan masing-masing.
Sejak video itu viral, kehidupan pribadi sang CEO mulai dikulik publik. Tak hanya soal kisah cintanya, tetapi juga masa lalunya sebagai atasan di perusahaan teknologi.
Bos yang “tidak bisa dilawan”
Sebuah laporan lama dari 2018 kembali muncul dan menyebut bahwa Byron bukan cuma CEO yang kontroversial saat ini, tetapi juga dikenal sebagai bos yang toxic di masa lalu.
Saat bekerja di perusahaan keamanan siber bernama Cybereason, dia disebut-sebut sering mengintimidasi bawahan. Bahkan ada yang bilang kalau dia sering mengancam akan memecat karyawan yang tidak setuju dengannya.
“Dia bukan orang yang bisa kamu lawan,” kata salah satu mantan karyawan dalam artikel yang dimuat oleh media teknologi dan bisnis, The Information, dengan judul “Perekrutan Palsu, Kepergian Staf Mengguncang Startup Keamanan yang Didukung SoftBank.”
Baca Juga: Film Horor 'Labinak: Mereka Ada Di Sini' Usung Tema Kanibalisme yang Pernah Ada di Indonesia
Byron bekerja sebagai Chief Revenue Officer di Cybereason sejak 2017 selama lebih dari dua tahun. Selama masa itu, dia diduga memberi tekanan besar kepada tim untuk terus tumbuh secara agresif hingga menciptakan suasana kerja yang tidak sehat.
“Kami awalnya cukup sukses,” kata seorang mantan staf, “tetapi tekanan untuk terus menaikkan angka dan pertumbuhan itu berlebihan. Kami tidak cukup hanya jadi perusahaan yang berkembang. Kami harus jadi yang tumbuh paling cepat. Itu menyedihkan.”
Akibat gaya kepemimpinannya, banyak karyawan lama yang memilih keluar. Sebagai gantinya, Byron merekrut teman-temannya dari perusahaan lamanya, Fuze, untuk mengisi posisi penting.
Reputasi kembali rusak karena urusan pribadi
Artikel Terkait
Nike Buka Lowongan Kerja Jadi Pimpinan Retail Brand Marketing Indonesia
Danamas Stabil Pertahankan Posisi Puncak, Ini 10 Reksadana Pendapatan Tetap Terbesar Juni 2025
8 Sikap yang Diam-Diam Dinilai Atasan sebagai Karyawan Bernilai Rendah, Jadi Dianggap Tak Berharga untuk Perusahaan
Perkembangan AI Ternyata Bisa Mengancam Hubungan Manusia di Tempat Kerja. Kok Bisa? Ini Penjelasannya!
Buat yang Pengalaman di Digital Lending, Allo Bank Buka Lowongan Kerja Product Manager – Auto Loan
8 Kebiasaan agar Terlihat sebagai Karyawan 'Penting, Padahal Justru Membuat Nggak Profesional
Kemampuan Fast Learning Jadi Kunci Sukses di Dunia Kerja yang Selalu Berubah. Tahu Kenapa??