CEO Astronomer yang Kegep Lagi Pelukan sama Kepala HR di Konser Coldplay Ternyata Bos yang Toxic

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 19 Juli 2025 | 21:59 WIB
CEO Astronomer Andy Baron, yang kepergok lagi pelukan dengan Kepala HR-nya, Kristin Cabot, dikenal sebagai pemimpin yang buruk.  viral di media sosial. (X @PopBase & @MAGAgeddon)
CEO Astronomer Andy Baron, yang kepergok lagi pelukan dengan Kepala HR-nya, Kristin Cabot, dikenal sebagai pemimpin yang buruk. viral di media sosial. (X @PopBase & @MAGAgeddon)

PejuangKantoran.com - Nama CEO Astronomer Andy Byron sedang jadi bahan pembicaraan setelah video mesra dirinya dengan seorang wanita viral di media sosial.

Dalam video yang diambil di konser Coldplay di Boston, pria 50 tahun itu terlihat memeluk erat Kristin Cabot, Kepala HR di Astronomer, dan tertangkap kiss cam.
Begitu sadar disorot, keduanya buru-buru keluar dari frame dan berusaha bersembunyi.

Vokalis Coldplay, Chris Martin, bahkan sempat bercanda dan bilang, “Entah mereka berselingkuh atau cuma pemalu banget.”

Baca Juga: Untuk Kali Pertama, Netflix Gunakan AI Generatif untuk Produksi Salah Satu Serialnya

Namun, candaan itu justru semakin ironis karena ternyata kedua pelaku perselingkuhan itu sudah menikah dengan pasangan masing-masing.

Sejak video itu viral, kehidupan pribadi sang CEO mulai dikulik publik. Tak hanya soal kisah cintanya, tetapi juga masa lalunya sebagai atasan di perusahaan teknologi.

Bos yang “tidak bisa dilawan”

Sebuah laporan lama dari 2018 kembali muncul dan menyebut bahwa Byron bukan cuma CEO yang kontroversial saat ini, tetapi juga dikenal sebagai bos yang toxic di masa lalu.

Saat bekerja di perusahaan keamanan siber bernama Cybereason, dia disebut-sebut sering mengintimidasi bawahan. Bahkan ada yang bilang kalau dia sering mengancam akan memecat karyawan yang tidak setuju dengannya.

“Dia bukan orang yang bisa kamu lawan,” kata salah satu mantan karyawan dalam artikel yang dimuat oleh media teknologi dan bisnis, The Information, dengan judul “Perekrutan Palsu, Kepergian Staf Mengguncang Startup Keamanan yang Didukung SoftBank.”

Baca Juga: Film Horor 'Labinak: Mereka Ada Di Sini' Usung Tema Kanibalisme yang Pernah Ada di Indonesia

Byron bekerja sebagai Chief Revenue Officer di Cybereason sejak 2017 selama lebih dari dua tahun. Selama masa itu, dia diduga memberi tekanan besar kepada tim untuk terus tumbuh secara agresif hingga menciptakan suasana kerja yang tidak sehat.

“Kami awalnya cukup sukses,” kata seorang mantan staf, “tetapi tekanan untuk terus menaikkan angka dan pertumbuhan itu berlebihan. Kami tidak cukup hanya jadi perusahaan yang berkembang. Kami harus jadi yang tumbuh paling cepat. Itu menyedihkan.”

Akibat gaya kepemimpinannya, banyak karyawan lama yang memilih keluar. Sebagai gantinya, Byron merekrut teman-temannya dari perusahaan lamanya, Fuze, untuk mengisi posisi penting.

Reputasi kembali rusak karena urusan pribadi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: pagesix.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X