Kepala HR Astronomer yang Kepergok Selingkuh di Konser Coldplay, Kristin Cabot Resign

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 27 Juli 2025 | 21:15 WIB
Hubungan antara CEO Astronomer Andy Byron dan Kepala HR-nya, Kristin Cabot, adalah bentuk konflik kepentingan yang sangat jelas. (LinkedIn)
Hubungan antara CEO Astronomer Andy Byron dan Kepala HR-nya, Kristin Cabot, adalah bentuk konflik kepentingan yang sangat jelas. (LinkedIn)

PejuangKantoran.com - Kepala HR Astronomer, Kristin Cabot, mengundurkan miri setelah Video Kiss‑Cam Coldplay viral.

Setelah CEO Astronomer, Andy Byron, mengundurkan diri menyusul viralnya video kiss‑cam di konser Coldplay pada 16 Juli di Gillette Stadium, kini giliran Kristin Cabot, Chief People Officer perusahaan data dan AI asal New York, yang turut resign.

Hal ini menyusul eskalasi publik dan tekanan internal setelah keduanya terekam dalam pelukan mesra di layar besar stadion. 

Perusahaan telah mengonfirmasi pengunduran diri Kristin sebagai bagian dari tanggapan atas insiden tersebut. Selain itu, kedua eksekutif—yang keduanya dilaporkan sudah menikah—telah menjalani investigasi internal karena pelanggaran standar perilaku perusahaan yang mengharuskan profesionalisme tinggi dari para pemimpin.

Kejadian itu juga menjadi sorotan utama ketika Chris Martin, vokalis Coldplay, menyindir mereka secara live, berkata: “Either they're having an affair or they’re just very shy,” saat keduanya terlihat menghindari kamera di atas panggung.

Baca Juga: 5 Hari Lagi Microsoft Hapus Akses Password di Authenticator, Begini Cara Mengamankan Password Kamu!

Sebagai langkah lanjutan, Astronomer menunjuk Pete DeJoy, co-founder dan Chief Product Officer perusahaan, sebagai interim CEO sementara mereka mencari pemimpin tetap. DeJoy menyatakan bahwa walaupun situasi ini “surreal” dan di luar ekspektasi perusahaan, Astronomer kini menjadi nama yang dikenal luas—tetapi misi dan komitmen mereka untuk solusi data tetap berjalan.

Untuk merespons krisis ini secara publik, Astronomer mempekerjakan Gwyneth Paltrow sebagai “temporary spokesperson” dalam video promosi yang diluncurkan ke media sosial.

Dengan strategi humor yang menghindari penyebutan langsung insiden, Paltrow memutar arah percakapan ke kompetensi perusahaan—terutama perangkat lunak otomasi data Apache Airflow yang menjadi produk inti mereka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: People

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X