PejuangKantoran.com - Penggunaan AI dalam bisnis semakin meluas. Kini, AI juga digunakan oleh industri penerbangan untuk menentukan harga tiket, untuk mengantisipasi perang harga antarmaskapai penerbangan.
Namun tidak semua maskapai sepakat dengan penggunaan AI dalam penentuan harga tiket. Salah satunya CEO American Airlines, Robert Isom, yang melontarkan kritik tajam terhadap maskapai yang mempraktikkan cara tersebut.
Dalam pernyataannya pada konferensi laporan keuangan kuartal kedua, Isom menyebut penggunaan AI untuk strategi harga merupakan langkah yang “tidak pantas”.
Baca Juga: Mantan Istri Chris Martin, Gwyneth Paltrow, Ditunjuk Astronomer Jadi “Juru Bicara” Perusahaan
Komentar ini tampaknya diarahkan secara tidak langsung kepada Delta Airlines, yang belum lama ini mengumumkan bahwa mereka mulai menggunakan AI dalam penentuan harga tiket di sekitar 3% jaringan domestiknya, bekerja sama dengan perusahaan teknologi Fetcherr.
Delta bahkan menargetkan penggunaan AI untuk mencakup hingga 20% jaringan domestik mereka sebelum akhir tahun ini, meskipun masih menganggapnya sebagai fase eksperimen.
“Terus terang, saya merasa beberapa hal yang saya dengar itu tidak baik,” ujar Isom, sambil menegaskan bahwa American Airlines tidak mengikuti jejak tersebut.
Ia menambahkan bahwa konsumen harus bisa mempercayai American Airlines, dan bahwa maskapai tersebut tidak akan menggunakan taktik seperti “umpan dan jebakan” (bait and switch).
"Ini bukan tentang menipu pelanggan," tegasnya.
Delta sendiri sebelumnya menyamakan penggunaan AI dengan “analis super” yang bekerja tanpa henti dalam mengatur harga tiket. Sejauh ini mereka menyatakan puas dengan hasilnya, dan berencana memperluas penggunaannya.
Namun, pendekatan ini menarik perhatian legislator. Tiga senator dari Partai Demokrat mengirimkan surat ke CEO Delta Airlines, Ed Bastian, meminta penjelasan lebih lanjut tentang praktik penetapan harga mereka dengan AI. Ditekankan juga kekhawatiran terhadap transparansi serta dampak pada konsumen.
Pihak Delta menanggapi bahwa mereka tetap mematuhi regulasi terkait harga dan keterbukaan informasi, serta bahwa mereka tidak pernah menggunakan sistem yang menetapkan harga secara individual berdasarkan data pribadi pelanggan.
Sementara itu, meskipun tidak menggunakan AI untuk menetapkan harga, American Airlines mengadopsi teknologi ini untuk keperluan operasional.
Isom menjelaskan bahwa penggunaan AI dalam bisnis bisa digunakan untuk mempercepat pemulihan operasional setelah gangguan seperti cuaca buruk, demi meningkatkan pengalaman pelanggan.
Artikel Terkait
5 Tipe Pekerja yang Paling Diuntungkan dengan Pelacakan Work-life Balance
Terlalu Lama Duduk Bikin Sakit, Ini 5 Masalah Kesehatan Pekerja Kantoran dan Solusi Mengatasinya
Legenda Gulat WWE Hulk Hogan Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun
Bosan dengan Rutinitas yang Itu-itu Saja? Gini Lho, Cara Bikin Aktivitas Kamu Lebih Memuaskan!
4 Gaya Manajerial Terbaik untuk Mengelola Tim Penjualan, Gabungkan agar Hasilnya Maksimal
Bagaimana Caranya Ganti Karir Jika Kamu Seorang Akuntan Pajak? Ikuti Langkah-Langkah Ini!
Jika Rapat Lama dan Bertele-tele, Lakukan Ini agar Meeting Lebih Efektif dan Cepat Selesai