"Bayangkan, kamu melamar ke mana-mana, tapi terus di-ghosting atau ditolak. Hal itu bisa sangat menguras kepercayaan diri dan kesehatan mental," katanya.
Datanya bisa jadi lebih buruk
Menurut Profesor Zhang Dandan dari Universitas Peking, tingkat pengangguran anak muda bahkan sempat diduga mencapai 46% pada tahun 2023. Angka ini membuat pemerintah menghentikan pelaporan resminya.
Parahnya, beberapa universitas dilaporkan meminta lulusan mereka “memalsukan status kerja” demi menjaga reputasi program studi agar tidak dibekukan oleh pemerintah.
Henry Gao, profesor hukum dari Singapore Management University, menilai realitas di lapangan kemungkinan lebih buruk.
Baca Juga: Pensiun Mikro: Libur Panjang di Tengah Karir, Tren Baru Anak Muda yang Lagi Naik Daun
“Kampus memiliki insentif untuk menaikkan angka lulusan yang dianggap sudah bekerja. Ada kasus universitas merekrut lulusannya sendiri hanya agar data terlihat baik,” ujarnya.
Apa sisi positifnya?
Meski terdengar pesimistis, ada sisi positif dari tren kantor palsu ini. Setidaknya, para pencari kerja tetap terdorong untuk bangun pagi, bersosialisasi, dan menjaga rutinitas produktif.
Beberapa bahkan memanfaatkan fasilitas seperti komputer, ruang yang tenang, serta kopi dan camilan gratis untuk membangun bisnis kecil atau portofolio.
“Pretend office” mungkin rada aneh kesannya, tapi di tengah pasar kerja yang lesu dan tekanan sosial, tempat-tempat seperti ini menjadi "penyelamat mental" agar para pencari kerja tetap merasa punya tujuan, meski hanya sementara.
Artikel Terkait
Bukan Biar Deg-degan, Ini Alasan Posisi Paskibraka Baru Diumumkan 17 Agustus 2025 Pagi Hari
Ini Dia 6 Siswa yang Menjadi Tim Pengibar Bendera Pusaka saat Upacara Detik-detik Proklamasi
Lima Panggung Hiburan Disiapkan untuk Pesta Rakyat HUT ke-80 RI di Monas
Dalam Bermain Padel Kenali Teknis, Tujuan, dan Waktu Penggunaan Berbagai Jenis Pukulan
Kerja Tanpa Topeng: Cara Perusahaan Bikin Karyawan Merasa Aman Secara Psikologis
'Hanya Namamu dalam Doaku' Angkat Dinamika Hubungan Pengidap ALS dengan Para Caregiver-nya
Tren Busy Bragging: Ajang Pamer Kesibukan di Tempat Kerja sampai Kewalahan. Demi Apa, Sih?