Tak hanya PBB, media asing juga ikut menyoroti situasi di Indonesia.
Malay Mail menulis bahwa gelombang protes ini memaksa Presiden Prabowo Subianto melakukan langkah mundur soal tunjangan DPR.
Mereka menyebut kerusuhan kali ini sebagai yang paling besar sejak Prabowo menjabat presiden 10 bulan lalu.
Sementara itu, The Daily Star menyoroti angka orang hilang yang mencapai 20 orang danp mengaitkannya dengan eskalasi demonstrasi yang semakin meluas.
Baca Juga: Awas, Jangan Kegocek Penipuan Pesan Berisi Video Demo yang Ternyata File APK Berbahaya!
Situasi Jakarta masih
Setelah kerusuhan, situasi di Jakarta masih terlihat belum normal seperti biasanya. Selain ada pos pemeriksaan, terlihat patroli gabungan TNI-Polri digelar.
Sejumlah sekolah dan kampus memilih beralih ke pembelajaran online. Sementara karyawan swasta dan pegawai negeri sipil diminta bekerja dari rumah.
Presiden Prabowo sendiri menegaskan bahwa militer dan polisi diperintahkan untuk bertindak tegas, terutama menyikapi aksi pembakaran rumah pejabat dan penjarahan gedung negara.
Dengan kondisi yang masih panas ini, perhatian internasional akan semakin tertuju ke Indonesia. ***
Artikel Terkait
Kerusuhan Haymarket di Chicago Tahun 1886 Jadi Pencetus Hari Buruh Internasional setiap 1 Mei
Imbas Demo, Pemprov DKI Jakarta Imbau WFH dan Belajar dari Rumah Mulai 1 September 2025
Beberapa Negara Keluarkan Travel Alert ke Indonesia Imbas Demo
Ketika Musik Jadi Senjata, Ini Deretan Lagu Demo yang Selalu Hidup di Aksi Massa. Termasuk Milik .Feast!
Cara Media Asing Melihat Demo Indonesia, Mulai dari Frustrasi Rakyat sampai Janji Prabowo