Setelah lebih dari sehari, BSI memastikan layanan BYOND kini sudah kembali normal. Aplikasi tersebut mulai bisa digunakan lagi sejak Selasa malam, dan dipastikan stabil pada Rabu pagi (3/9/2025).
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan nasabah yang bertransaksi melalui aplikasi Byond,” kata Wisnu.
Dengan pulihnya sistem, nasabah sudah dapat kembali menggunakan aplikasi untuk berbagai layanan, mulai dari tarik tunai, pembayaran, pembukaan rekening, hingga transaksi lainnya.
Selain BYOND, pilihan transaksi lain seperti ATM, BSI Mobile, dan BSI Netbanking juga tetap berjalan normal.
Baca Juga: Berhenti Sibuk Berusaha Terlihat Keren! Bukan Gaya yang Bikin Karir Naik, tapi Kredibilitas Kamu
Bukan yang pertama kali
Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya aplikasi BYOND mengalami gangguan. Pada Februari 2025, aplikasi serupa juga sempat error berhari-hari. Saat itu, BSI menyebut tengah melakukan pemeliharaan sistem dan pembaruan layanan.
Meski transaksi untuk nasabah sempat terganggu, Wisnu memastikan bahwa data dan dana nasabah tetap aman.
Ia juga kembali menegaskan agar nasabah berhati-hati dengan modus penipuan, terutama yang mengatasnamakan perubahan tarif atau perbaikan layanan BSI.
Kasus gangguan BYOND ini membuat sebagian nasabah semakin kritis. Banyak yang berharap BSI segera meningkatkan kualitas aplikasinya, agar tidak lagi terjadi error. Terutama di momen penting seperti awal bulan, saat kebutuhan transaksi sedang tinggi-tingginya.
Artikel Terkait
Survei: 5 Alasan Bos-bos di Perusahaan Lebih Banyak Menggunakan ChatGPT daripada Karyawan
Aliansi Perempuan Indonesia Desak Pemerintah Beri Perlindungan pada Para Korban yang Ditangkap
Film 'Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah' Jadi Refleksi Perasaan Ibu yang Kerap Tidak Dipahami
Yang Tersisa dari Penjarahan Rumah Sri Mulyani: Dari Lukisan Bunga hingga Dugaan Mobilisasi Massa
Tarif Promo Rp1 untuk Transum Jakarta, Termasuk MRT dan TransJakarta Masih Berlaku!
Mengapa Kamu Ditanya Sudah Menikah atau Belum saat Wawancara Kerja? Ini 7 Pertanyaan yang Bikin Canggung!
KontraS Terima 33 Laporan Orang Hilang Pasca Demo, PBB dan Media Luar Ikut Bersuara