Ada 30 perguruan tinggi internasional yang termasuk dalam program LPDP 2025, di antaranya:
• MIT, Harvard, Stanford, dan University of California Berkeley (Amerika Serikat)
• University of Oxford, University of Cambridge, dan Imperial College London (Inggris)
• ETH Zurich (Swiss), University of Toronto (Kanada), NUS (Singapura), hingga University of Tokyo (Jepang)
Namun ada pengecualian:
• London School of Economics (LSE) hanya untuk jurusan Economics & Econometrics
• Babson College (AS) hanya untuk jurusan Entrepreneurship
Baca Juga: Cara Menghindari Window-sitting Agar Tak Membuat Karir Mandeg dan Semangat Kerja Turun
Persaingan makin ketat
Dengan kuota penerima beasiswa yang dipangkas, peluang untuk mendapatkan beasiswa LPDP pada 2025 dan 2026 jelas akan semakin ketat.
Meski begitu, program ini tetap jadi incaran utama karena memberikan kesempatan untuk melanjutkan studi di kampus-kampus terbaik dunia tanpa terbebani biaya.
Bagi calon pendaftar, persiapan yang matang sejak awal akan sangat penting. Dari meningkatkan kemampuan bahasa, memperkuat prestasi akademik, hingga mencari pengalaman yang relevan agar lebih unggul saat bersaing dengan ribuan kandidat lainnya.
Sudarto memastikan bahwa pembatasan kuota penerima beasiswa LPDP hanya berlaku sampai tahun depan dan pada 2027 kebijakan ini tidak akan berlaku.
"Nanti tahun 2027 akan kami lakukan lagi untuk peningkatan jumlah awardee," ujarnya.
Artikel Terkait
Dampak PHK di Era AI yang Dirasakan oleh Karyawan yang Bertahan, terutama dalam Rutinitas Kerja
Bocoran Rumor Sistem Baru CPNS 2026 yang Lebih Fleksibel, tapi Persaingan Tetap Ketat!
Loud Leaving, Tren Baru yang Katanya Bisa Membuat Budaya Kerja Lebih Sehat. Benarkah?
Berprestasi di Kantor Boleh, tapi Jangan Sampai Jadi Overachiever. Bikin Kamu Capek Sendiri!
Profil Ida Yulidina, Mantan Model Cantik yang Kini Jadi “Ibu Negara Keuangan”
Freelancer Asing Tak Boleh Bekerja di Sektor Kreatif Singapura
ITER Consulting Membuka Lowongan Kerja IT Consultant yang Fasih Berbahasa Jepang