Pemerintah Targetkan 19 Juta Lapangan Kerja

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 21 September 2025 | 16:35 WIB
ilustrasi lapangan kerja
ilustrasi lapangan kerja

PejuangKantoran.com -  Isu penyerapan tenaga kerja kembali menjadi sorotan publik dalam program strategis pemerintah yang bertujuan membuka lapangan kerja seluas-luasnya di Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto disebut memberikan perhatian khusus terhadap dampak langsung penciptaan lapangan kerja, sebagaimana disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

Airlangga menegaskan, program koperasi desa merah putih menjadi salah satu fokus utama. Dari 80 ribu koperasi yang ditargetkan, jumlah karyawan baru diperkirakan mampu menyerap 681 ribu pekerja, dengan target mencapai 1 juta orang pada Desember 2025.

Selain itu, pemerintah juga mendorong program kampung nelayan merah putih yang pada tahun ini menargetkan pembangunan 100 desa nelayan, dengan proyeksi 8.645 tenaga kerja baru. Dalam jangka panjang, pembangunan 4.000 desa nelayan diharapkan dapat menciptakan hingga 200 ribu lapangan kerja.

Di sektor kelautan, pemerintah menyiapkan revitalisasi tambak di wilayah Pantura seluas 200 hektare, yang diperkirakan mampu menyerap sekitar 168 ribu pekerja.

Sementara di sektor perkebunan rakyat, program replanting 870 ribu hektare lahan juga tengah berjalan, dengan komoditas prioritas seperti tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, dan pala. Dari sektor ini, pemerintah menargetkan penciptaan lebih dari 1,6 juta lapangan kerja.

Baca Juga: Cermati.com Butuh Komandan Lapangan yang Jago Jualan buat Tim Sales Promoter

Target 19 Juta Lapangan Kerja

Meski begitu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengakui bahwa target ambisius membuka 19 juta lapangan kerja bukanlah hal mudah. Dalam sebuah siniar YouTube Tretan Universe, ia menegaskan bahwa pertumbuhan angkatan kerja di Indonesia mencapai 3 juta orang per tahun, atau sekitar 15 juta dalam lima tahun.

Karena itu, berbagai program prioritas pemerintah diarahkan untuk menjawab tantangan tersebut.

“Presiden menyampaikan, dari semua program prioritas salah satunya adalah peningkatan lapangan kerja,” jelas Yassierli.

Baca Juga: Mau Sukses? Cari Tahu Dulu Karier yang Tepat untuk Kamu Lewat 6 Langkah Simpel Ini!

Potensi Kerja ke Luar Negeri

Selain mengandalkan program dalam negeri, pemerintah juga membuka peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Yassierli menyebut Jepang sebagai salah satu negara tujuan utama, dengan potensi penyerapan hingga 800 ribu pekerja per tahun melalui program magang maupun skema pekerja migran.

Namun, sejumlah kendala masih dirasakan masyarakat, terutama terkait proses seleksi masuk kerja. Banyak keluhan soal persyaratan yang dianggap rumit, termasuk syarat berpenampilan menarik (good looking) atau jenjang pendidikan minimal S1.

Menaker menegaskan bahwa Kemenaker telah mengeluarkan surat edaran larangan diskriminasi dalam perekrutan tenaga kerja sejak Mei 2025. Aturan tersebut menegaskan pemberi kerja dilarang melakukan diskriminasi dalam rekrutmen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X