PejuangKantoran.com - Sebuah insiden mengejutkan melibatkan maskapai penerbangan Taiwan, EVA Air, setelah seorang pramugari berinisial Sun (34) meninggal dunia pada 10 Oktober 2025.
Peristiwa ini bermula ketika wanita tersebut dilaporkan jatuh sakit selama penerbangan dari Milan ke Taoyuan pada 24 September, kemudian dirawat di rumah sakit, namun akhirnya meninggal meski sempat bekerja dalam kondisi buruk.
Yang memicu kehebohan publik adalah tindakan maskapai ini yang setelah kematian Sun mengirim pesan ke ponselnya pada hari pemakaman untuk meminta dokumen cuti sakitnya.
Baca Juga: Coffee Rave, Tren Baru Party yang Sehat Tanpa Harus Ada Alkohol dan Hangover Esok Harinya
Keluarga Sun merespons dengan mengirimkan salinan akta kematian dan kemudian menyebarkannya ke media sosial, memunculkan amarah luas terhadap budaya kerja dan perlakuan staf di maskapai tersebut.
Maskapai kemudian mengeluarkan permintaan maaf publik, menyebut bahwa pesan tersebut dikirim oleh staf yang “belum terbiasa menjalankan tugasnya dengan benar”. Pihak EVA Air juga menyatakan akan melakukan investigasi penuh atas kasus tersebut.
Insiden ini menambah sorotan terhadap dugaan budaya kerja berlebihan di kalangan awak kabin EVA Air. Serikat pramugari di Taoyuan menyoroti bahwa dugaan tekanan kerja, jam terbang tinggi, dan kurangnya dukungan medis sudah lama menjadi masalah. Faktanya, dalam enam bulan terakhir, Sun tercatat terbang rata-rata 75 jam per bulan.
Artikel Terkait
Pernah Jadi Saluran Musik 24 Jam, MTV Menutup Beberapa Kanal Musiknya di Inggris per Akhir 2025
@america Gelar Career Fair, Kapan Lagi Bisa Cari Kerja dan Dapat Ilmu dari Para Speaker Andal!
Pemerintah Tambah 80 Ribu Kuota Magang Nasional, Siap Serap Lulusan Baru Mulai November
Hari Pertama Penjualan, iPhone 17 Pro Max Ludes dalam Hitungan Jam dan Ini Warna Paling Diburu Orang Indonesia
Katanya Air Hujan di Jakarta Mengandung Mikroplastik? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Jepang Terapkan JESTA: Aturan Baru bagi Wisatawan Indonesia yang Ingin Liburan Tanpa Visa
Program Magang Nasional 2025 Resmi Dimulai 20 Oktober, Siapkan 156 Ribu Peluang untuk Lulusan Muda
Pemerintah Tambah Kuota Magang Nasional, Siapkan 80 Ribu Posisi Baru Mulai November 2025
Tragedi Kematian Mahasiswa Unud Timothy Anugerah, Skandal Perundungan hingga Sanksi Tegas Kampus
Lewat Pengumuman Romantis, Pangeran Mateen dari Brunei Akan Jadi Ayah