Pemerintah Tambah Kuota Magang Nasional, Siapkan 80 Ribu Posisi Baru Mulai November 2025

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Senin, 20 Oktober 2025 | 08:05 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ada 1.666 perusahaan telah membuka 26.000 lowongan untuk peserta program Magang Nasional. (Instagram/airlanggahartarto_official)
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ada 1.666 perusahaan telah membuka 26.000 lowongan untuk peserta program Magang Nasional. (Instagram/airlanggahartarto_official)

PejuangKantoran.com - Persoalan ketersediaan lapangan kerja bagi lulusan muda masih menjadi perhatian serius pemerintah. Setelah gelombang pertama Program Magang Nasional resmi diumumkan, kini pemerintah mengambil langkah baru dengan menambah kuota peserta hingga 80.000 orang.

Langkah ini diambil untuk memperluas akses pengalaman kerja bagi generasi muda di berbagai sektor industri, sekaligus menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Baca Juga: Bukan Sekadar FOMO, Ini Alasan Mantan Pebulutangkis Liliyana Natsir Ikut Terpadel-padel

Tambahan Anggaran Rp1,4 Triliun untuk 80 Ribu Peserta Baru

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,4 triliun guna mendukung perluasan program tersebut.

“Akan kita jalankan di bulan depan, November. Itu kurang lebih Rp1,4 triliun,” ujar Prasetyo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/10/2025).

Ia menyebut, antusiasme masyarakat terhadap program ini luar biasa tinggi. Dari berbagai bidang yang tersedia, psikologi menjadi sektor paling diminati, disusul industri dan manajemen bisnis. Tak hanya itu, BUMN dan perusahaan swasta nasional juga menjadi lokasi magang yang paling banyak diincar.

Solusi bagi Lulusan yang Sulit Dapat Pengalaman

Menurut Prasetyo, program ini dirancang untuk menghapus hambatan klasik yang kerap dihadapi pencari kerja baru: tuntutan pengalaman kerja.

“Kalau selama ini untuk melamar pekerjaan biasanya dipersyaratkan harus memiliki pengalaman, ini kan menyulitkan. Kalau kita tidak memiliki terobosan, maka generasi selanjutnya akan sulit mencari pekerjaan,” ujarnya.

Melalui Magang Nasional, pemerintah ingin membuka ruang belajar praktis bagi lulusan baru agar bisa langsung menyesuaikan diri dengan ritme dunia kerja. Program ini diharapkan memperkuat kompetensi profesional sekaligus membangun jejaring industri yang lebih luas.

Baca Juga: Bijakkah Menggunakan Pinjaman tanpa Agunan untuk Melunasi Utang Kartu Kredit?

Gelombang Pertama Dimulai 20 Oktober 2025

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya telah mengumumkan bahwa gelombang pertama program ini akan dimulai 20 Oktober 2025, diikuti oleh 20.000 peserta.

“Para lulusan sarjana dan diploma yang baru lulus dalam satu tahun terakhir dapat langsung bekerja dan belajar melalui Magang Nasional,” ujar Teddy melalui akun resmi Sekretariat Kabinet.

Setiap peserta akan menerima uang saku setara upah minimum (UMK) di daerah masing-masing. Misalnya, peserta di DKI Jakarta akan menerima sekitar Rp5,4 juta–Rp5,5 juta per bulan, ditambah jaminan sosial tenaga kerja dan jaminan kematian yang ditanggung pemerintah.

Diharapkan Tekan Pengangguran Terdidik

Dengan total target 100.000 peserta hingga akhir 2025, pemerintah menilai program ini bisa menjadi proyek strategis nasional untuk menekan angka pengangguran terdidik dan menyiapkan tenaga kerja muda yang siap bersaing secara profesional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X