Koperasi Merah Putih Tukangkayu di Banyuwangi Dikelola Profesional namun Berbasis Gotong-royong

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 10 Desember 2025 | 17:03 WIB
Dalam peresmian Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Tukangkayu Banyuwangi, Selasa 9 Desember 2025, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan bahwa koperasi menjadi model penguatan ekonomi lokal yang dikelola profesional.
Dalam peresmian Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Tukangkayu Banyuwangi, Selasa 9 Desember 2025, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan bahwa koperasi menjadi model penguatan ekonomi lokal yang dikelola profesional.

PejuangKantoran.com – Pemerintah akhirnya meresmikan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sebagai salah satu program yang dirancang untuk memperkuat perekonomian desa/kelurahan.

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ini menjadi model penguatan ekonomi lokal yang dikelola profesional namun tetap berbasis gotong-royong.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono pun menegaskan bahwa digitalisasi melalui aplikasi Jaga Desa merupakan kunci transparansi pengelolaan.

Baca Juga: Banyak Karyawan sedang Makan Siang di Lantai Atas saat Kebakaran Gedung Terra Drone Terjadi

“Koperasi harus menjadi ruang bisnis yang adil bagi masyarakat. Keuntungan kembali ke anggota. Dengan digitalisasi, koperasi bisa mengelola gerai sembako, apotek, klinik, gudang hingga lembaga keuangan mikro secara modern,” ujar Ferry, saat meresmikan KKMP Tukangkayu di Banyuwangi, Selasa (9/12/2025).

Ferry mengapresiasi KKMP Tukangkayu yang sejak awal melibatkan UMKM dan bekerja sama dengan perbankan dan BUMN untuk menghadirkan berbagai program promo, seperti cashback dan diskon.

Kemudian agar manfaat ekonomi kembali kepada anggota, koperasi mengembangkan sistem simpan pinjam berbasis voucher belanja.

KKMP Tukangkayu pun dijadikan contoh transformasi koperasi menjadi pemain ekonomi di tingkat kelurahan.

“Koperasi bukan hanya badan usaha, tapi gerakan moral untuk memperkuat keadilan ekonomi. Koperasi harus terhubung dengan UMKM, masuk ke sistem digital, dan mengembangkan manajemen modern agar mampu bersaing,” tambah Sekda Banyuwangi Guntur Priambodo.

Melalui kolaborasi dengan BTN, BNI, Bulog, Pertamina, hingga perusahaan daerah, KKMP diproyeksikan menjadi pusat distribusi sembako, LPG 3 kg, dan kebutuhan pokok, sekaligus wadah pemasaran produk UMKM.

Baca Juga: Ini yang Dimaksud 'Go the Extra Mile', Kebalikan dari 'Bare Minimum' di Dunia Kerja

Menkop Ferry berharap Banyuwangi menjadi rujukan nasional pengelolaan koperasi modern.

“Ketika masyarakat diberi akses usaha, permodalan, dan pelatihan, koperasi bisa menjadi motor ekonomi lokal. Kita produksi sendiri, jual sendiri, dan biayai sendiri. Itulah kedaulatan ekonomi,” tegasnya.

Untuk memaksimalkan potensi kelurahan yang dipenuhi UMKM dan toko kelontong, Ketua KKMP Tukangkayu, Imam Maskun, mengatakan bahwa koperasi menghadirkan gerai sembako dengan harga grosir, bahkan lebih murah dari harga pasaran.

“Kami memprioritaskan gerai sembako dengan harga grosir. HPP-nya lebih murah dari grosir. Ditambah cashback dari BTN hingga 30 persen untuk pembelian minimal Rp25 ribu lewat QRIS, autodebet, atau EDC. Ada juga promo BNI dengan diskon sampai 50 persen melalui pembayaran QRIS,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X