PejuangKantoran.com - “Aku ingin begini, aku ingin begitu/ Ingin ini ingin itu banyak sekali/ Semua semua semua dapat dikabulkan/ Dapat dikabulkan dengan kantong ajaib/ Aku ingin terbang bebas di angkasa/ La la la... Aku sayang sekali/ Doraemooon….
Per Januari 2026 lagu tema Doraemon no Uta yang bernada ceria dari serial animasi Doraemon itu nggak akan bisa kamu dengar lagi. Sejak Senin (29/12/2025) hingga Minggu (4/1/2026), Doraemon berhenti tayang. Serial tentang robot kucing warna biru itu sudah tak bisa ditemukan dari daftar program harian RCTI.
Stasiun TV swasta pertama di Indonesia itu menayangkan Doraemon dalam siaran percobaannya pada 13 November 1988. Waktu itu bahkan dialognya masih menggunakan bahasa aslinya, dan hanya memakai subtitle agar penonton bisa memahami artinya.
Baca Juga: Film 'Alas Roban' Menghadirkan Cerita Seram Murni Horor Tanpa Embel-embel Genre Tambahan
Doraemon kemudian menjadi tontonan wajib banyak keluarga di Minggu pagi. Itu artinya, serial ini sudah 37 tahun mengudara di RCTI, menjadikannya salah satu tayangan terpanjang di televisi nasional.
Refleksi kehidupan masyarakat Jepang
Karakter Doraemon mulanya tampil dalam komik strip (1969) karya Fujiko F. Fujio, nama komersil mangaka asal Jepang, Hiroshi Fujimoto. Komik ini lalu berkembang menjadi serial animasi yang ditayangkan Nippon Television pada tahun 1973.
Tokoh Doraemon (artinya kurang lebih “kucing liar”) digambarkan sebagai robot kucing dari abad ke-22 yang datang untuk mengubah nasib Nobita Nobi dan keturunannya.
Ada empat karakter lain dalam komik Doraemon, yaitu Nobita Nobi, Shizuka Minamoto, Suneo Honekawa, dan Takeshi Gouda. Masing-masing karakternya diinspirasi dari pengalaman penulis dan teman-teman masa kecilnya sendiri.
Doraemon dikenal dengan kantong ajaibnya, yang berisi alat-alat dari masa depan yang biasanya digunakan untuk membantu teman-temannya.
Baca Juga: Mengapa Rekening Koran Tiga Bulan Terakhir Dibutuhkan untuk Mengajukan Visa?
Petualangan Doraemon dan teman-temannya di serialnya merefleksikan kehidupan masyarakat Jepang, seperti bagaimana masa kecil yang ideal di sana. Setiap episode-nya penuh dengan makna persahabatan, tanggung jawab, hingga empati.
Penyulih suara Doraemon
Di Jepang, tokoh Doraemon disulihsuarakan oleh aktris, dubber, penulis scenario, dan penyanyi Nobuyo Ōyama. Ia membawakan karakter itu dari tahun 1979 hingga 2005. Ia kemudian digantikan oleh Wasabi Mizuta, yang masih aktif mengisi suaranya hingga saat ini.
Di Indonesia, pengisi suara Doraemon berganti-ganti. Namun yang paling lama adalah Nurhasanah Iskandar (alm.), yang menyulih suara Doraemon dari 1993 hingga 2018. Saat ini Nurhasanah digantikan oleh putranya, Dana Robbyansyah.
Artikel Terkait
The Trans Luxury Hotel Jakarta Buka Lowongan Kerja Besar-Besaran, Ini Posisi yang Dibutuhkan
5 Minuman Ini Jangan Diminum Saat Perut Kosong ! Ini Alasannya
Izin Sakit, Karyawan Ini Malah Diminta Atasannya Mengirim 'Live Location' sebagai Bukti
11 Strategi Praktis yang Bisa Kamu Terapkan untuk Membangun Batasan Kehidupan Kerja vs Pribadi yang Sehat
Karyawan di Sektor Padat Karya dengan Gaji hingga Rp10 Juta per Bulan Bebas Potongan PPh 21
Panduan Asupan Nutrisi Pre-Run Berdasarkan Jarak Lari yang Wajib Kamu Ketahui
Capek Pakai Kacamata Saat Kerja? Ini Perbedaan LASIK, PRK, dan SiLK yang Perlu Kamu Tahu