Penguasaan teknologi dan penguatan riset
Dalam acara yang juga dihadiri Menko Bidang Pemberdayaan Masayarakat, Muhaimin Iskandar dan Rektor ITB Tatacipta Dirgantara itu, Dany mengatakan bahwa seluruh potensi tersebut harus ditindaklanjuti dengan kebijakan pemerintah yang berpihak pada peningkatan kapabilitas industri nasional.
Hal itu mencakup penguasaan teknologi, penguatan riset dan pengembangan (R&D), serta penciptaan iklim regulasi yang mendukung industri dalam negeri.
“Saat ini, anggaran riset Indonesia yang masih sekitar 0,3% dari PDB dinilai belum memadai untuk mendorong Indonesia bertransformasi dari sekadar pengadopsi teknologi menjadi pencipta inovasi,” tambahnya.
Baca Juga: Begini Cara Memanfaatkan Karakteristik Shio Kuda untuk Keuntungan Kamu di Tahun Kuda Api
Wakil Direktur Utama MIND ID tersebut lantas merangkum kerangka strategi pembangunan berkualitas tersebut dalam konsep DAI, yakni Distinctive, Adaptive, dan Inclusive.
Distinctive, yaitu mendorong strategi industrialisasi berbasis keunggulan nasional, mulai dari bioenergi hingga ekonomi halal, serta mendorong diferensiasi pasar domestik.
Adaptive, merespons dinamika global seperti CBAM, geopolitik multipolar, integrasi AI dalam industri, serta transisi energi hijau.
Inclusive, membangun ekosistem industri yang melibatkan UMKM, startup teknologi, BUMN, dan perguruan tinggi dalam satu rantai nilai yang koheren.*
Artikel Terkait
Mengenal ORI029: Pilihan Investasi Aman untuk Tumbuh dan Berdaya
Mengapa Ultra-Processed Food, Seperti Mie Instan, Tidak Boleh Dikonsumsi Berlebihan dan Dalam jangka Panjang?
Lowongan Program Magang Reguler Periode I 2026 Kemenkeu Kembali Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya
Tak Bahagia dengan Pekerjaan Kamu? Pindah Saja ke Copenhagen
Indonesia Peringkat Satu Jumlah Pengangguran Tertinggi di Asia Tenggara
Bangun Terlalu Pagi Bisa Merusak Kesehatan, Kata Ilmuwan Oxford
Data Intelligence adalah Nyawa Organisasi Modern Karena Itu Profesi yang Menangani Ini Sangat Dibutuhkan Saat Ini