Indonesia Peringkat Satu Jumlah Pengangguran Tertinggi di Asia Tenggara

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Rabu, 11 Februari 2026 | 13:22 WIB
Ilustrasi: Menurut Menteri Tenaga Kerja RI Ida Fauziyah, jumlah pengangguran lulusan  sarjana dan diploma masih di angka 12 persen. (Freepik)
Ilustrasi: Menurut Menteri Tenaga Kerja RI Ida Fauziyah, jumlah pengangguran lulusan sarjana dan diploma masih di angka 12 persen. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Indonesia kembali menjadi perhatian dalam peta ketenagakerjaan Asia Tenggara. Berdasarkan data terbaru dari Trading Economics, tingkat pengangguran di Indonesia tercatat mencapai sekitar 4,76 persen pada periode Maret 2025.

Ini menunjukkan Indonesia menempati tingkat pengangguran tertinggi di kawasan ASEAN dibandingkan negara-negara tetangga lainnya. Angka ini setara dengan lebih dari 7,2 juta orang yang termasuk dalam angkatan kerja namun belum terserap ke pasar kerja.

Jika dirinci menurut data tersebut, posisi Indonesia berada di puncak daftar, diikuti Brunei Darussalam yang mencatat pengangguran sekitar 4,7 persen, dan Filipina sekitar 3,7 persen.

Baca Juga: Pejuang Kantoran, Ini 10 Negara yang Paling Sulit untuk Pindah Kerja di 2026

Negara-negara lain seperti Malaysia dan Myanmar masing-masing mencatat sekitar 3 persen, sementara Vietnam, Singapura, dan Thailand memiliki angka yang jauh lebih rendah.

Di sisi lain, Kamboja menempati posisi terendah di Asia Tenggara, dengan tingkat pengangguran hanya sekitar 0,27 persen, menjadikannya sebagai negara dengan angka pengangguran paling kecil di kawasan.

Fenomena ini, meskipun menunjukkan penurunan tipis dari periode sebelumnya, tetap menggambarkan tantangan struktural serius dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Konsisten berada di angka tertinggi dalam kawasan, Indonesia menghadapi sejumlah persoalan mendasar, seperti ketidaksesuaian keterampilan pencari kerja dengan kebutuhan industri, pertumbuhan angkatan kerja yang pesat, serta tingginya proporsi tenaga kerja di sektor informal yang cenderung kurang stabil dan rawan terhadap perubahan ekonomi.

Baca Juga: Seberapa Banyak, Kebanyakan Minum Kopi? Apa Efeknya Buat Kamu?

Selain itu, meski secara umum angka pengangguran menurun dari puncaknya beberapa waktu lalu, tantangan tetap ada pada kelompok usia muda. Sejumlah laporan statistik menunjukkan bahwa sebagian besar penganggur berasal dari kelompok usia produktif muda.

Hal ini menambah tekanan pada pemerintah, perusahaan, dan institusi pendidikan untuk menciptakan solusi yang lebih efektif dalam menyiapkan tenaga kerja siap pakai serta membuka lapangan kerja yang berkualitas.

Sementara itu, posisi Kamboja sebagai negara dengan pengangguran terendah memperlihatkan betapa besar perbedaan struktur pasar tenaga kerja di kawasan.

Tingkat yang sangat rendah ini bisa mencerminkan perbedaan metodologi pengukuran statistik, struktur ekonomi, atau peluang kerja yang berbeda di negara tersebut.

Namun demikian, perbandingan ini tetap menjadi cerminan tantangan yang harus dihadapi Indonesia untuk memperkuat perekonomian dan meningkatkan kesempatan kerja bagi warganya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X