81% Perusahaan Bilang, Di Era AI Kemampuan Bahasa Inggris Karyawan Jadi Syarat Mutlak

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 15 Maret 2026 | 20:50 WIB
Ilustrasi: Di era AI, kemampuan bahasa Inggris jadi syarat wajib agar kita bisa meningkatkan daya saing. (Freepik/Rawpixel.com)
Ilustrasi: Di era AI, kemampuan bahasa Inggris jadi syarat wajib agar kita bisa meningkatkan daya saing. (Freepik/Rawpixel.com)

PejuangKantoran.com - Banyak penelitian yang bilang bahwa AI bakal menggantikan banyak pekerjaan di dunia. Tapi ada satu keterampilan yang tetap tak tergantikan oleh AI, yaitu kemampuan bahasa Inggris.

Fakta tersebut diungkap oleh ETS, lembaga di balik tes TOEIC (Test of English for International Communication). ETS baru saja merilis Global English Skills Report yang melibatkan lebih dari 1.300 praktisi HR di 17 negara.

Hasilnya menunjukkan kalau jago bahasa Inggris itu sekarang sudah jadi syarat wajib di dunia kerja. Apalagi saat ini penggunaan AI di tempat kerja makin gila-gilaan, apalagi di tengah upaya perusahaan memperluas bisnis ke level internasional.

Baca Juga: 5 Cara Menahan Diri untuk Stop Scrolling Handphone Terus-terusan saat Lagi Kerja

Laporan ETS juga menepis anggapan kalau AI bisa jadi "penambal" buat mereka yang belum lancar bahasa Inggris. Soalnya, sekitar 6 dari 10 perusahaan di dunia sepakat kalau AI tetap tidak bisa menggantikan kemampuan bahasa Inggris yang kurang, entah itu dalam membaca, menulis, mendengar, apalagi bicara.

Yang bikin mak jleb, 9 dari 10 perusahaan bilang kalau kita tetap butuh skill bahasa Inggris supaya bisa mengoperasikan AI dengan benar. Ya, gimana mau bikin prompt yang oke kalau bahasa Inggrisnya pas-pasan? Belum lagi memilah mana info dari AI yang beneran akurat atau tidak.

Namun menurut Ratnesh Jha, Global General Manager of Institutional Products di ETS, AI itu nggak otomatis menghapus kesenjangan skill, tapi manusianya yang melakukannya.

"Bahasa Inggris adalah jembatan buat karyawan untuk saling terhubung, kunci buat perusahaan biar teknologi mereka benar-benar kepakai, dan cara supaya talenta kita tetap relevan di tengah ekonomi yang berubah cepat banget kayak sekarang," tukas Jha.

Fakta-fakta dari Global English Skills Report

Berdasarkan laporan ETS, ada beberapa angka yang mendukung pernyataan Ratnesh Jha tersebut:

• 90% perusahaan menilai bahasa Inggris penting untuk kesuksesan perusahaan.
• 92% perusahaan bilang keterampilan ini lebih penting saat ini ketimbang lima tahun lalu.
• 81% perusahaan percaya bahwa penggunaan AI justru bikin kemampuan bahasa Inggris di tempat kerja makin penting.

Baca Juga: Microsoft Teams Luncurkan Fitur Deteksi Bahasa dan Video Recap dengan Bantuan AI

ETS juga menekankan bahwa tes bahasa Inggris punya peran besar dalam perekrutan dan pengembangan karyawan. Perusahaan biasanya memakai tes ini untuk:

• Rekrutmen (78%)
• Evaluasi sebelum pelatihan (71%)
• Syarat kenaikan jabatan (66%)

Perusahaan yang rutin menggunakan tes bahasa Inggris standar melaporkan hasil yang lebih baik untuk berbagai aspek seperti:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: PR News Wire, Ets.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X