Selain karena isolasi, faktor kolonisasi juga jadi penyebab utama. Di Kuba dan Republik Dominika, bahasa Spanyol menjadi sangat dominan setelah era penjajahan. Hal ini menyebabkan bahasa asli setempat perlahan hilang, sementara warga lokal malah menyerap bahasa dari luar.
Sad banget ya, negara-negara yang dulunya punya banyak bahasa, sekarang harus kehilangan kekayaan itu akibat seleksi sejarah dan asimilasi. Jadi bersyukur banget ya, kita di Indonesia masih bisa mendengar ratusan bahasa daerah yang berbeda sampai sekarang!
Baca Juga: 6 Tanda Sudah Waktunya Membangun Komunitas yang Lebih Terarah agar Bisnis Bisa Terus Bertumbuh
10 negara dengan bahasa terbanyak di dunia:
1. Papua Nugini (843)
2. Indonesia (709)
3. Nigeria (530)
4. India (454)
5. China (309)
6. Meksiko (296)
7. Kamerun (280)
8. Amerika Serikat (239)
9. Australia (225)
10. Brasil (222)
(*)
Artikel Terkait
Menyingkap Rahasia Erling Haaland: Kisah di Balik Monster Gol yang Mengguncang Jagat Sepak Bola
Setelah Lama Menanti, Jirayut Pecah Telur Main Film Pertamanya di Horor Komedi 'Cek Khodam'
Kata Penelitian, Liburan Setiap Dua Bulan Lebih Efektif Cegah Burnout
Salah Satu Komponen Penting Recovery Adalah Tidur. Apa Kata Erling Haaland Soal Tidur?
TikTok Konfirmasi PHK Karyawan di Indonesia, Sebut Sedang Restrukturisasi Organisasi R&D
Amazon Tetap Rekrut 11.000 Talenta Baru Meski PHK 30.000 Karyawan, AI Disebut Ubah Cara Kerja, Bukan Gantikan Manusia
Leading By Quiet Example, Gaya Kepemimpinan yang Tak Sekadar "Omon-Omon"