Menurut WHO Kabut Asap Akibat Karhutla Jauh Lebih Berbahaya Daripada Debu Biasa Bagi Kesehatan Manusia

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 22 Agustus 2026 | 12:35 WIB
Ilustrasi: Kabut asap yang diakibatkan oleh bencana kebakaran hutan dan lahan jauh lebih berbahaya daripada debu biasa. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Ilustrasi: Kabut asap yang diakibatkan oleh bencana kebakaran hutan dan lahan jauh lebih berbahaya daripada debu biasa. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Jadi, ketika terjadi bencana karhutla dampaknya tak hanya kerugian soal rusaknya paru-paru dunia, namun juga rusaknya paru-paru manusia dan organ-organ tubuh manusia yang menghirup kabut asapnya, juga terancam bahaya.

Pada akhirnya, tetap manusia lah yang paling rugi. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: cdc.gov, WHO, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X