Breaking News : 20 Februari - Turki dan Suriah Kembali Dilanda Gempa, Kali Ini Berkekuatan 6,3!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 21 Februari 2023 | 00:46 WIB
Ilustrasi: Turki dan Suriah kembali dilanda gempa, Senin (20/2/2023) malam. (Pixabay/Angelo Giordano )
Ilustrasi: Turki dan Suriah kembali dilanda gempa, Senin (20/2/2023) malam. (Pixabay/Angelo Giordano )

Gempa kali ini terjadi setelah Walikota Hatay, Lutfu Savas, kemarin mengatakan lebih dari 21.000 orang dipastikan tewas di provinsi tenggara di tengah gempa brutal dua minggu lalu, hampir setengah dari keseluruhan jumlah kematian yang mencapai 46.000 orang.

Lutfu Savas mengatakan kepada penyiar lokal HaberTurk, ada tambahan 24.000 orang yang terluka, padahal fasilitas medis darurat sudah benar-benar kewalahan.

"Setidaknya 80 persen bangunan di Antakya harus dihancurkan," kata Savas. Antakya adalah ibu kota Hatay dan situs kota kuno Antiokhia.

Baca Juga: Dua WNI Hilang Kontak Pasca Gempa Turki, Ditemukan Meninggal di Diyarbakir

 

Jumlah kematian yang dikonfirmasi di Turki akibat gempa naik menjadi 40.689, kata Yunus Sezer, Kepala Badan Bencana Negara AFAD. Sekitar 6.000 lebih orang kehilangan nyawa di seberang perbatasan di Suriah.

Sezer mengatakan kepada wartawan di ibu kota Turki, Ankara, bahwa pekerjaan pencarian dan penyelamatan di sembilan dari 11 provinsi yang dilanda gempa telah berakhir karena upaya difokuskan pada penghancuran bangunan yang tidak stabil untuk mencegah kematian lebih lanjut.

Operasi penyelamatan sedang berlangsung di Kahramanmaras, lokasi pusat gempa dan Hatay. "Kami melanjutkan upaya ini setiap hari dengan harapan dapat menjangkau saudara atau saudari yang masih hidup," katanya.

Namun, belum ada tanda-tanda orang yang digali hidup-hidup dari puing-puing sejak tiga anggota satu keluarga -seorang ibu, ayah dan anak laki-laki berusia 12 tahun- dikeluarkan dari sebuah bangunan yang runtuh di Hatay pada hari Sabtu. Anak laki-laki itu kemudian meninggal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Daily Mail

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X