Hari Perempuan Internasional 2023 Soroti Dampak Kesenjangan Gender Digital pada Kesenjangan Ekonomi

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 8 Maret 2023 | 09:45 WIB
Ilustrasi: Hari Perempuan Internasional 2023 akan mengeksplorasi dampak kesenjangan gender digital pada kesenjangan ekonomi dan sosial yang melebar. (Freepik)
Ilustrasi: Hari Perempuan Internasional 2023 akan mengeksplorasi dampak kesenjangan gender digital pada kesenjangan ekonomi dan sosial yang melebar. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Hari ini, Rabu (8/3/2023), perempuan di seluruh dunia merayakan Hari Perempuan Internasional. Inilah hari perayaan pencapaian sejarah, budaya, dan politik perempuan.

Hari Perempuan Internasional juga diperingati untuk mendukung pengambilan tindakan terhadap ketidaksetaraan gender di seluruh dunia.

Acara ini pertama kali diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1975, dan sejak itu telah dirayakan oleh lebih dari 80 negara di seluruh dunia. Hari ini juga menjadi bagian utama dari gerakan hak-hak perempuan dan membantu mengangkat diskusi tentang bias gender.

Baca Juga: Hari Anti Kekerasan Perempuan : Waspada Pelecehan Seksual dan Kekerasan di Dunia Kerja

Situs web International Women’s Day mengumumkan bahwa tema Hari Perempuan Internasional tahun ini adalah #EmbraceEquity. Organisasi tersebut mencatat bahwa fokus pada kesetaraan gender perlu menjadi bagian dari DNA setiap masyarakat.

Mereka juga menyoroti perbedaan antara keadilan dan kesetaraan, menjelaskan bahwa yang pertama berarti “menciptakan dunia yang inklusif,” melalui tindakan seperti “menentang stereotip gender, menyerukan diskriminasi, menarik perhatian pada bias”, dan “merangkul keragaman”.

Tujuan lain dari kampanye ini adalah untuk membuat dunia berbicara tentang mengapa kesempatan yang sama tidak cukup.

“Orang-orang mulai dari tempat yang berbeda, jadi inklusi dan kepemilikan sejati membutuhkan tindakan yang adil,” tulis situs tersebut.

Sementara itu, tema Hari Perempuan Internasional 2023 yang diberikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah “DigitALL: Innovation and Technology for Gender Equality”.

Kemajuan dalam teknologi digital menawarkan peluang besar untuk mengatasi tantangan pembangunan dan kemanusiaan, dan untuk mencapai Agenda’s Sustainable Development Goals Tahun 2030.

Sayangnya, peluang revolusi digital juga menghadirkan risiko melanggengkan pola ketidaksetaraan gender yang ada. Ketidaksetaraan itu semakin nyata dalam konteks keterampilan digital dan akses ke teknologi, di mana kesenjangan gender digital ini membuat kaum perempuan tertinggal.

Baca Juga: Selalu Punya Positive Vibes, Ini Cara Sederhana Natasha Wilona Menjaga Kesehatan Mental

Dengan tema tersebut, Hari Perempuan Internasional akan mengeksplorasi dampak kesenjangan gender digital pada kesenjangan ekonomi dan sosial yang melebar.

Padahal, kaum perempuan telah dan terus memberikan kontribusi tak terhitung ke dunia digital. PBB mencatat bahwa perempuan hanya merupakan 22 persen dari pekerja artificial intelligence secara global.

“Saat ini, kesenjangan gender yang terus-menerus dalam akses digital membuat perempuan tidak dapat membuka potensi teknologi secara penuh,” tulis situs PBB tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Independent.co.uk, UNWomen.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X