Canggungnya Kate Middleton Saat Ingin Menjabat Tangan Pemimpin Muslim di Hayes Muslim Center

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 10 Maret 2023 | 10:55 WIB
Pangeran William dan Kate Middleton berjumpa pemimpin muslim di Hayes Muslim Center, London. (The Daily Mail)
Pangeran William dan Kate Middleton berjumpa pemimpin muslim di Hayes Muslim Center, London. (The Daily Mail)

PejuangKantoran.com - Berpacaran dengan Pangeran William sejak 2003, dan menikah pada 2011, tentu Kate Middleton sudah tidak canggung lagi saat menghadiri acara-acara resmi kerajaan. Senyum selalu mengembang di bibirnya saat ia tampil di depan publik.

Namun ketika pasangan ini bertemu para pemimpin komunitas muslim di Hayes Muslim Center, London, Kamis (9/3/2023) lalu, Kate tampak sedikit canggung.

Saat itu, mereka mengunjungi komunitas ini untuk mendengarkan upaya masyarakat untuk mengumpulkan dana bagi mereka yang terkena dampak gempa bumi baru-baru ini di Turki dan Suriah.

Baca Juga: Meghan Markle Mengungguli Kate Middleton sebagai Anggota Keluarga Kerajaan Paling Cerdas

Seperti biasa, William langsung menjabat tangan masing-masing pemimpin, termasuk Iman Sufyan Iqbal. Ketika tiba giliran Kate mendekat ke arahnya sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan, Iman Sufyan Iqbal segera menempelkan tangan ke dadanya dengan khidmat, untuk menghormati Putri Wales yang bukan mahramnya.

Untunglah, Kate, yang saat itu mengenakan kerudung, langsung menyadari apa yang baru saja terjadi. Ia pun segera menarik tangannya, lalu meniru gerakan Iman Sufyan Iqbal dengan menganggukkan kepalanya.

Situasi serupa baru-baru ini juga muncul ketika Ratu Letizia dari Spanyol menyambut duta besar Iran di Istana Kerajaan di Madrid. Duta besar terlihat berjabat tangan dengan Raja Felipe, tetapi malah menundukkan kepala kepada Ratu dan meletakkan dua tangan di dadanya.

Hukum bersalaman

Dalam Islam, memang ada pandangan bahwa laki-laki dan perempuan yang bukan mahram tidak diperbolehkan bersentuhan fisik, dalam hal ini saling berjabat tangan.

Menempatkan tangan di dada dengan anggukan atau sedikit membungkuk dianggap sebagai cara yang sopan bagi seorang pria untuk menyapa seorang wanita dalam beberapa tradisi Muslim.

Baca Juga: Pengakuan Pangeran Harry Membunuh 25 Orang di Afghanistan Dianggap Menyedihkan

Ada beberapa Madzhab yang mengatur hukum bersalaman antara laki-laki dan perempuan. Dikutip dari Nu.or.id, ulama dari empat madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali) dan juga Ibnu Taymiyah mengharamkan praktik tersebut.

Menurut Ulama Madzhab Hanafi, keharaman itu berlaku jika perempuan muda tersebut dapat menimbulkan syahwat.

Sedangkan Madzhab Hanbali mengatakan, praktik bersalaman juga haram meskipun jabat tangan dilakukan dengan alas seperti pakaian, sejenisnya, atau tanpa alas.

Namun, Madzhab Hanafi dan Hanbali memperbolehkan laki-laki bersalaman dengan perempuan tua yang bukan mahram, karena tidak lagi membangkitkan syahwat. Madzhab Hanbali juga memperbolehkan jabat tangan antara bapak dan anak perempuannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Daily Mail

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X