Hal ini perlu dilihat sebagai tindakan yang dilakukan oleh umat manusia, yang membutuhkan pertobatan, di mana kita harus mengakui dosa kita dan menyatakan pengabdian kita kepada Tuhan.
Pada Jumat pagi di Hari Jumat Agung biasanya gereja juga mengadakan Ibadat Jalan Salib, di mana umat berdoa dan berefleksi di sepanjang 14 stasi.
Stasi umumnya berupa lukisan yang menggambarkan perjalanan Kristus yang dimulai dari Yesus dijatuhi hukuman mati, penyaliban dan berakhir pada kematiannya.
Di beberapa bagian dunia, umat juga akan menampilkan drama untuk mengenang kisah sengsara Yesus Kristus yang disebut Tablo, di mana mereka merekaulang jalannya peristiwa-peristiwa tersebut.
Tidak seperti kebanyakan hari raya keagamaan, pada hari Jumat Agung biasanya tidak diadakan misa, melainkan Ibadat Sabda (Pasio, atau kisah sengsara Yesus Kristus), Ibadat Penghormatan Salib, dan Ibadat Komuni Kudus.
Baca Juga: Umat Katolik Rayakan Minggu Palma, Apa Sih Maknanya?
Tanpa tanda salib
Imam juga tidak membuka dan mengakhiri ibadat dengan tanda salib. Sebab pada Jumat Yesus masih mengalami penderitaan, dan salib adalah lambang hinaan dan penderitaan.
Baru setelah kebangkitan Yesus di Hari Raya Paskah, salib itu menjadi tanda kemenangan atau keselamatan sehingga imam dan umat kembali membuat tanda salib dengan mulia dan meriah.
Artikel Terkait
Punya Pengalaman Menangani Chatbot? Tersedia Lowongan Kerja Senior Chatbot Improvement di Shopee
3 Keuntungan Utama Membeli Asuransi Kesehatan Sejak Dini untuk Jangka Panjang
Ibnu Jamil Bangga Bisa Perbaiki Personal Best-nya di Tokyo Marathon
Pencari Kerja Gen Z Sudah Meminta Work-Life Balance Sejak Wawancara Kerja Pertama
Saran Dr. Kamila Jaidi tentang Cara Memilih Sunscreen dengan SPF Sesuai Aktivitas
Lowongan Kerja Economic Affairs Officer di Kedutaan Belanda Jakarta
Komang dari Raim Laode Pecahkan Rekor “Lagu yang Paling Banyak Diputar dalam Sehari” di Spotify
Ngaku Penakut, Mutiara Sofya Malah Jadi Hantu di Film Horor Teman Tidur