PejuangKantoran.com - Hari Raya Paskah sudah semakin dekat, tetapi sebelum umat Katolik di seluruh dunia merayakannya, mereka terlebih dulu akan memperingati wafatnya Yesus Kristus dalam peringatan Jumat Agung.
Seminggu sebelum Paskah disebut sebagai Pekan Suci, yang dimulai dengan perayaan Hari Minggu Palma (Minggu, 2/4/2023) lalu, diikuti dengan Kamis Putih (Kamis, 6/4/2023), Jumat Agung (Jumat, 7/4/2023), Sabtu Sunyi atau Sabtu Vigili (Sabtu, 8/4/2023), dan Minggu Paskah (9/4/2023).
Baca Juga: Kamis Putih dan Maknanya Buat Umat Katolik di Seluruh Dunia
Jadi, pada hari Jumat Agung, umat Katolik belum merayakan Paskah. Paskah terjadi pada hari Minggu Paskah, dua hari setelah Jumat Agung atau peringatan wafat Yesus Kristus.
Jika pada Minggu Paskah umat Katolik merayakan kebangkitan Yesus Kristus, pada Hari Raya Jumat Agung gereja memperingati penyaliban dan kematian Yesus Kristus.
"Kalau Paskah adalah perayaan kebangkitan Kristus dari kubur, Jumat Agung adalah hari di mana gereja memperingati segala sesuatu mulai dari penghukuman hingga penderitaannya," kata Gabriel Radle, asisten profesor teologi di Fakultas Teologi, Universitas Notre Dame, Indiana, AS.
Mengapa disebut Jumat Agung?
Kebaikan dan kematian memang tidak sejalan, tetapi Radle menjelaskan bahwa "kebaikan" dalam kematian Yesus Kristus ada dalam ideologi Kristen.
Kematian Yesus mewakili penebusan umat manusia, karena perayaan Paskah tidak akan mungkin terjadi tanpa apa yang terjadi pada hari Jumat Agung.
“Kristus mempersembahkan diri-Nya di kayu salib. Itu adalah pencurahan kasih Tuhan dengan mempersembahkan diri-Nya di kayu salib, tetapi juga bukan sesuatu yang berakhir di kayu salib,” katanya.
"Ini (Jumat Agung) bukan hanya peringatan kisah sengsara Yesus Kristus untuk memusatkan perhatian pada penderitaan itu sendiri, tetapi karena penderitaan itu memiliki tujuan.
"Itulah anugerah penebusan Tuhan kepada dunia, yang menemukan pemenuhannya di dalam kebangkitan."
Baca Juga: Apa Arti Rabu Abu dalam Katolik?
Bagaimana umat Katolik memperingati Jumat Agung?
Radle mengatakan ada banyak cara yang dilakukan pada Jumat Agung di seluruh dunia untuk merenungkan dan memperingati kematian Kristus.
Artikel Terkait
Punya Pengalaman Menangani Chatbot? Tersedia Lowongan Kerja Senior Chatbot Improvement di Shopee
3 Keuntungan Utama Membeli Asuransi Kesehatan Sejak Dini untuk Jangka Panjang
Ibnu Jamil Bangga Bisa Perbaiki Personal Best-nya di Tokyo Marathon
Pencari Kerja Gen Z Sudah Meminta Work-Life Balance Sejak Wawancara Kerja Pertama
Saran Dr. Kamila Jaidi tentang Cara Memilih Sunscreen dengan SPF Sesuai Aktivitas
Lowongan Kerja Economic Affairs Officer di Kedutaan Belanda Jakarta
Komang dari Raim Laode Pecahkan Rekor “Lagu yang Paling Banyak Diputar dalam Sehari” di Spotify
Ngaku Penakut, Mutiara Sofya Malah Jadi Hantu di Film Horor Teman Tidur