PejuangKantoran.com - Perusahaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence atau AI sedang jadi pembicaraan di mana-mana. Sampai-sampai, Elon Musk pun berniat meluncurkan perusahaan AI untuk menyaingi OpenAI, pencipta ChatGPT.
Menurut Financial Times, bos Tesla dan Twitter itu disebut sedang dalam proses menyatukan tim peneliti dan insinyur AI. Elon Musk juga dalam pembicaraan dengan beberapa investor mengenai proyek tersebut.Baca Juga: Elon Musk Ganti Logo Twitter Jadi Anjing Shiba Inu
"Sejumlah orang sudah berinvestasi di dalamnya... (Rencana) Itu nyata dan mereka sangat bersemangat," kata seseorang yang mengetahui tentang rencana Elon Musk.
Surat kabar tersebut menunjukkan bahwa pada 9 Maret 2023, Elon mendirikan sebuah perusahaan bernama X.AI dan ia menjabat sebagai direktur tunggal di sana.
Untuk proyek AI baru ini, pria berusia 51 tahun itu dilaporkan telah mendapatkan ribuan prosesor GPU bertenaga tinggi. Ia juga merekrut insinyur dari laboratorium AI terkemuka, seperti DeepMind.
Jika laporan ini benar, maka Elon Musk bergabung dengan raksasa teknologi Microsoft, Google dan Amazon, serta bisnis startup termasuk OpenAI, dalam bisnis AI generatif yang berkembang sangat cepat.
Padahal, baru beberapa minggu yang lalu presiden Yayasan Musk ini disebut ikut menandatangani surat yang menyatakan bahwa ia dan lebih dari 1.800 lainnya menuntut waktu jeda selama enam bulan dalam penelitian AI.
Namun, belakangan diketahui bahwa beberapa penandatangan di sana palsu. Apakah Elon juga termasuk salah satunya? Mungkin saja.
Baca Juga: Walaupun Sangat Menghormati Sundar Pichai, Satya Nadella Yakin Microsoft Bisa Mengalahkan Google
Sejarah Elon Musk dengan OpenAI
Jika benar Elon mendirikan startup baru di bidang AI, maka kemungkinan ia memang ingin mencoba bersaing dengan OpenAI.
Sebenarnya, ia ikut mendirikan perusahaan itu pada 2015. Namun, ia meninggalkan dewan setelah tiga tahun, dilaporkan sebagai akibat dari perselisihan dengan manajemen, termasuk tentang keamanan AI.
Setelah dirinya mundur, bisnis tersebut itu menjadi startup nirlaba dan mendapatkan investasi sebesar US$1 miliar dari Microsoft.
Sejak itu Elon sering mengkritik bisnis tersebut dan menyebutnya sebagai potensi ancaman eksistensial yang mungkin ditimbulkan oleh AI generatif.
Bahkan, ia mengatakan sangat prihatin dengan kemampuan model GPT-4, rilisan terbaru OpenAI, karena menyebarkan informasi palsu dan menunjukkan bias politik.
Artikel Terkait
Selama Bulan Puasa Kamu Masih Boleh Berbuka Puasa di KRL Selama 1 Jam
14 Tips Mudik Sehat, Aman, dan Nyaman Buat Kamu dan Keluarga
Selain Uang, KPK Amankan Sepatu Louis Vuitton saat OTT Wali Kota Bandung Yana Mulyana
Akhirnya Pemkot Pekalongan Izinkan Muhammadiyah Pakai Lapangan Mataram untuk Salat Id
Jam Kerja ASN Terbaru Tahun 2023, Ada yang Hari dan Jam Kerjanya Lebih Fleksibel
Trotoar Simpang Santa Dibongkar Jadi Jalan Raya, Pemprov DKI: Sebagai Ujicoba Rekayasa Lalu Lintas