Tata Cara Salat Gerhana Matahari dan Anjuran yang Sebaiknya Dilakukan

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Kamis, 20 April 2023 | 04:00 WIB
  Selain akan menyambut Hari Raya Idul Fitri, ada satu peristiwa istimewa yang juga terjadi menjelang akhir Ramadhan. Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin menyebut bahwa akan terjadi Gerhana Matahari Hibrida (Pixabay / ipicgr / 19 images)
Selain akan menyambut Hari Raya Idul Fitri, ada satu peristiwa istimewa yang juga terjadi menjelang akhir Ramadhan. Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin menyebut bahwa akan terjadi Gerhana Matahari Hibrida (Pixabay / ipicgr / 19 images)

3. Tidak mengeraskan bacaan dalam salat

Alasannya karena salat gerhana matahari termasuk salat yang dikerjakan di siang hari atau nahariyah sehingga dianjurkan untuk memelankan bacaan saat salat.

4. Disunnahkan untuk berkhutbah jika salat dilakukan berjamaah

Namun, berbeda dengan khutbah saalat Jumat, khutbah salat gerhana matahari dilaksanakan setelah salat, bukan sebelumnya. Isi khutbah yang diberikan khatib adalah motivasi untuk melaksanakan kebaikan, seperti taubat dan sedekah, serta mengajak jamaah untuk meninggalkan maksiat.

Jika salat gerhana matahari dilakukan sendiri, anjuran khutbah tidak berlaku.

Baca Juga: Resep Praktis Lebaran Teman Ketupat: Lontong Ayam

5. Disunnahkan tidak melakukannya secara berjamaah jika terjadi hal tertentu

Hal tertentu yang dimaksud adalah jika terjadi gempa, petir besar, dan angin kencang bersamaan dengan gerhana matahari.

Tata cara melakukan salat gerhana matahari

Menurut Habib Zain bin Ibrahim bin Smith, salat gerhana matahari dilakukan saat awal perubahan matahari sampai sinarnya terang kembali, atau sampai terbenamnya matahari meskipun masih dalam keadaan gerhana.

Ada tiga cara melakukan salat gerhana matahari, seperti yang dijelaskan dalam kitab Syarah Yaqutun Nafis, yaitu:

  • Cara paling mudah dan ringan: Salat dua rakaat seperti shalat sunnah tahiyatul masjid dengan bacaan yang pendek.
  • Cara yang biasa: Salat dua rakaat dengan dua kali berdiri dan dua kali ruku’ dalam setiap rakaat, tetapi tetap tidak memperpanjang bacaannya.
  • Cara paling utama: Salat dua rakaat dengan dua kali berdiri dan dua kali ruku’ dalam setiap rakaatnya, serta memperpanjang bacaan salat.

Apapun cara salat yang dipilih, sebaiknya awali dengan niat:

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatan likusûfisy syamsi rak’ataini lillâhi ta’âlâ

Artinya, “Saya niat shalat sunnah gerhana matahari dua rakaat karena Allah ta’âla.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: NU Online, mui digital

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X