Jangan Percaya Resep Sukses yang Dijual Para Influencer! Ini Alasannya

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 23 April 2023 | 07:00 WIB
Ilustrasi: Resep sukses influencer seringkali bukan hal yang baru, karena sudah pernah dibagikan oleh para ahli sebelumnya. (Pexels/George Milton)
Ilustrasi: Resep sukses influencer seringkali bukan hal yang baru, karena sudah pernah dibagikan oleh para ahli sebelumnya. (Pexels/George Milton)

PejuangKantoran.com - Saat ini, ribuan influencer di internet mencoba menjual resep sukses mereka kepada pengikutnya. Entah bagaimana, banyak orang yang percaya dan “membeli” resep sukses influencer tersebut.

Padahal, kamu tidak seharusnya percaya begitu saja dengan resep sukses influencer ini.

Hampir di semua media sosial, khususnya di TikTok, Instagram, dan YouTube, orang-orang yang “sukses” di jalur ini memasarkan kursus online tentang berbagai macam hal.

Baca Juga: Ide Tempat Liburan di Jakarta Aja Selama Libur Lebaran

Mulai dari topik-topik seperti psikologi, keuangan, mendapatkan pekerjaan teknologi bergaji tinggi, dan bahkan memulai bisnis influencer online seperti mereka.

Padahal, semua resep sukses influencer itu tidak jauh beda dengan yang diberitahukan para ahli di bidangnya selama beberapa dekade sebelumnya.

Hanya saja, semua “pengetahuan” itu diberikan lewat seminar langsung, kelas video, atau buku. Masalahnya, seminar tatap muka dan membaca buku bukanlah cara yang disukai oleh Gen Z.

Bisnis pemasaran yang merayu generasi baru yang menginginkan kekayaan dan prestasi sekarang telah bergerak online.

Alasannya karena lebih dari separuh Gen Z, yang lahir antara 1997 dan 2012, menghabiskan lebih dari empat jam setiap hari di media sosial, begitu menurut survei Morning Consult pada 2022.

Jadi masuk akal jika sekitar satu dari empat anggota generasi yang baru lahir ini ingin ketenaran media sosial yang menghasilkan. Itulah mengapa mereka berusaha meniru selebriti yang biasa dilihat di smartphone-nya.

Resep sukses tanpa data ala influencer

Dalam buku yang diterbitkan pada 2022, Partial Truths: How Fractions Distort Our Thinking, karya profesor patologi Universitas Virginia James Zimring, disebutkan bahwa orang yang membuat dan menjual resep sukses ini kebanyakan membuat kekeliruan logika yang mendasar.

Baca Juga: Begini Rasanya Lebaran di Tanah Rantau

Salah satu penyebabnya adalah karena para influencer ini menggembar-gemborkan contoh kasus yang tidak bisa dijadikan bukti nyata, bukan data yang valid. Jadi, pada dasarnya mereka melakukan kekeliruan yang mendasar.

Misalnya begini. Para influencer memberitahu pengikutnya bahwa dengan melakukan kebiasaan orang yang sangat sukses, maka akan membuat diri kita sukses.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Big Think

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X