Alasan CEO Twitter Dukung Keputusan Elon Musk Membatasi Pengguna Membaca Postingan Twitter per Hari

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 5 Juli 2023 | 16:23 WIB
CEO Twitter Linda Yaccarino mendukung keputusan Elon Musk membatasi akses pengguna membaca postingan Twitter per hari. (Twitter/@lindayacc)
CEO Twitter Linda Yaccarino mendukung keputusan Elon Musk membatasi akses pengguna membaca postingan Twitter per hari. (Twitter/@lindayacc)

PejuangKantoran.com - Setelah Elon Musk membuat warga Twitter gempar akibat keputusannya membatasi postingan yang bisa dibaca per hari, akhirnya CEO Twitter Linda Yaccarino ikut mengomentari keputusan kontroversial tersebut.

Linda Yaccarino, yang belum lama ditunjuk sebagai CEO Twitter, dalam tweet-nya pada Selasa (4/7/2023) waktu setempat, ternyata sangat mendukung tindakan tersebut. Ia menggambarkannya sebagai "langkah besar" dan "bermakna".

“Saat kamu memiliki misi seperti Twitter, kamu perlu melakukan langkah besar untuk terus memperkuat platform. Pekerjaan ini bermakna dan berkelanjutan,” tulis Linda Yaccarino.

Baca Juga: Twitter Batasi Baca Postingan per Hari, Warganet Ramai-Ramai Pindah ke Truth Social. Aplikasi Apa Itu?

Dalam tweet-nya, CEO Twiter tersebut juga memberikan tautan ke halaman yang bertuliskan "Lebih banyak wawasan tentang pekerjaan kami untuk memastikan keaslian basis pengguna kami".

Alasan Twitter membatasi pengguna membaca postingan per hari

Tautan yang diberikan oleh Linda, berisi halaman berjudul Update on Twitter's Rate Limits.
Di dalamnya disebutkan bahwa untuk memastikan keaslian basis pengguna platform, "Kami harus mengambil tindakan ekstrem untuk menghapus spam dan bot dari platform kami."

Dikatakan, langkah untuk memberlakukan batas penggunaan atau usage limit memungkinkan insinyur Twitter untuk mendeteksi dan menghentikan akun bot dan aktor jahat lainnya yang merusak platform.

Selain itu, cara tersebut juga membuat setiap pemberitahuan sebelumnya tentang tindakan ini akan memungkinkan aktor jahat mengubah perilaku mereka untuk menghindari deteksi. 

Baca Juga: 8 Aplikasi Medsos yang Bisa Jadi Pengganti Twitter, Berminat Hijrah ke Sini?

Twitter ingin menghentikan akun bot yang merugikan publik

Masih di halaman tersebut, dituliskan juga bahwa Twitter sedang bekerja untuk menghentikan akun bot yang bisa mengorek data Twitter untuk membangun model AI serta memanipulasi orang dan percakapan di platform dengan berbagai cara.

“Saat ini, pembatasan memengaruhi sebagian kecil orang yang menggunakan platform, dan kami akan memberikan pembaruan saat pekerjaan selesai. Terkait dengan pelanggan kami, efek pada iklan sangat minim,” tulisnya.

Pesan itu ditutup dengan kalimat, "Kadang-kadang, bahkan untuk sesaat, kamu harus memperlambat untuk mempercepat."

Tak lupa pihak Twitter juga mengapresiasi penggunanya karena sudah bersabar dengan perubahan-perubahan yang terus terjadi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Digital Trends

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X