Sang hakim menilai Shane merasa seolah-olah berjasa karena melerai Mario yang sedang memukuli David.
“Jangan Saudara anggap membantu, orang sudah tidak berdaya, Saudara lerai, nggak ada juga artinya. Dari kemarin-kemarin, seolah-olah Saudara berjasa melerai, ikut mengangkat kakinya," kata Hakim Tumpanuli Marbun.
Menurut hakim, tindakan Shane itu sudah tidak berarti karena David saat itu juga sudah tak berdaya.
"Merasa berjasa Saudara itu, kan? Tapi orang sudah mau mati itu, sudah tidak ada artinya lagi," ujarnya lagi.
Mendengar hal itu, Shane hanya mengangguk dan terdiam.
Saat kembali ditanya oleh majelis hakim mengenai peristiwa penganiayaan tersebut, Shane mendadak menangis. Ia mengaku menyesal tidak lebih awal menghentikan perbuatan Mario. Pemuda 19 tahun itu lalu mengambil sapu tangan di kantong celananya untuk mengusap air mata.
Baca Juga: Ditanya Hakim Mengapa Pakai Pelat Nomor Palsu, Mario Dandy: “Biar Keren Saja, Yang Mulia
Dengan nada bergetar, ia melanjutkan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari hakim. Salah satunya mengenai alasan dirinya tidak menghentikan Mario saat pertama kali menendang David.
"Jadi pada saat itu saya juga kaget, Yang Mulia. Benar, Yang Mulia, suaranya seperti menendang sesuatu yang keras, saat merekam saya mundur. Akhirnya saya syok kemudian saya pisahkan pakai omongan," katanya.
Shane juga bahkan sempat memeragakan bagaimana cara Mario menendang David di lokasi kejadian, yang membuatnya tidak sadarkan diri. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Dalami Karakter di Why Do You Love Me, Jefri Nichol Ogah Tonton Film Aslinya
2 Batu Keberuntungan untuk Kamu yang Lahir di Juli, Menurut Astrologi China
Baru Setahun Beroperasi, Atlas Beach Fest Disebut Bawa Banyak Dampak Positif Buat Masyarakat Bali
Coco Lee Meninggal, Benarkah Gara-gara Rumor Suaminya Selingkuh?
Lakukan Ini Saat Wawancara Kerja untuk Menjelaskan 'Gap Year' Kamu di CV
Targetkan LRT Jabodebek Beroperasi Sempurna, Kemenhub Lakukan Uji Coba Intensif