PejuangKantoran.com - Selasa (18/7/2023) malam, sebuah Kereta Api (KA) 121 Brantas tujuan Pasar Senen – Blitar menabrak truk tronton di JPL 6 Km 1+523, petak jalan Jerakah – Semarang Poncol.
Truk disebut mogok di atas rel kereta, atau mati mesin tepat di atas perlintasan sebidang rel kereta dan langsung tertabrak kereta yang saat itu tengah melaju di rel tersebut. Akibatnya, Lokomotif KA Brantas terbakar hebat.
Menurut laporan polisi, truk tiba-tiba saja mogok di atas rel kereta. Meski supir dan kernet sudah berusaha memperbaikinya dan meminta bantuan petugas palang pintu lintasan, tetapi mesin truk tidak bisa hidup dan akhirnya ditabrak oleh kereta api.
Baca Juga: Menkes Ungkap Praktik Bullying terhadap Dokter Muda, dari Kerjakan Tugas Senior hingga Antar Laundry
Kejadian ini sebenarnya bukan yang pertama kali. Sudah banyak kasus mesin kendaraan tiba-tiba mati di atas rel kereta. Bisa menjadi celaka jika saat itu ada kereta yang melintasi rel tersebut.
Sebenarnya, mengapa mesin kendaraan tiba-tiba mati di atas rel kereta? Apakah ada penjelasan ilmiahnya?
Penyebabnya kemungkinan ada di roda kereta
Dalam keterangan tertulis yang diberikan oleh Bagus Setya/PM1156 Perkeretaapian, penjelasan teknis mengenai penyebab mesin kendaraan tiba-tiba mati di atas rel kereta adalah karena roda dari kereta yang akan melintas.
Jadi, lokomotif kereta memiliki boggie atau roda kereta yang komponen utamanya adalah dinamo. Di dalam dinamo tersebut, ada unsur magnet yg cukup besar.
Untuk lokomotif seri CC, yang biasa menarik kereta api jarak jauh, ada tiga rangkaian boggie atau enam buah dinamo besar. Hal ini tentu saja dapat berdampak pada rel yang terbuat dari baja, yang dapat menghantarkan medan magnet sejauh satu kilometer dari lokomotif.
Hal ini akan berpengaruh pada kendaraan bermotor yang melintasi rel kereta, khususnya yang menggunakan kecepatan rendah.
Jika pengendara tidak memindahkan gigi mesin yang lebih rendah, maka putaran mesin dinamo kendaraan bermotor dan koil yang ada bisa langsung mati. Hal ini diakibatkan faktor medan magnit boggie kereta yang dihantarkan oleh rel.
Itulah mengapa petugas palang pintu selalu menutup pintu perlintasan saat kereta masih berjarak sekitar tiga kilometer dari pintu perlintasan.
Baca Juga: Sanksi Tegas Menkes bagi Pelaku Bullying Dokter Muda, Siapkan Hotline Pengaduan bagi Korban
Saat ada pengemudi yang tetap menerobos atau melintasi rel dengan kereta yang sudah berjarak kurang dari satu kilometer, hal ini bisa mengakibatkan mesin dinamo dan koil mobil yang sudah lemah akan mati.
Artikel Terkait
7 Fakta tentang Bob Marley, yang Lagunya Dinyanyikan Cakra Khan di America’s Got Talent
Oppenheimer vs Barbie, Mendingan Mana? Ulasan di Rotten Tomatoes Akan Tentukan Mana Pilihanmu!
"Tanganku Berlumur Darah", Ucap Oppenheimer Usai Kembangkan Bom Atom Hiroshima-Nagasaki
Kenakan Baju Koboi yang Dipakai Jimin, Ryan Gosling Berikan Hadiah untuk Vokalis BTS Itu
3 Cara Belajar Keterampilan AI untuk Meningkatkan Wawasan dan Peluang Kerja yang Baru
Main di Ariyah dari Jembatan Ancol, Ario Bayu Ternyata Besar di Teater-teater Selandia Baru