Mengapa Kereta Api Tidak Bisa Ngerem Mendadak, Mengingat Kasus KA Brantas Menabrak Truk Tronton?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 21 Juli 2023 | 21:29 WIB
Mengapa kereta api tidak bisa ngerem mendadak, jika melihat kasus KA Brantas menabrak truk tronton?,  (Instagram @solo.story)
Mengapa kereta api tidak bisa ngerem mendadak, jika melihat kasus KA Brantas menabrak truk tronton?, (Instagram @solo.story)

Jenis rem yang dipakai saat ini adalah rem udara. Cara kerjanya dengan mengompresi udara dan disimpan hingga proses pengereman terjadi.

Jadi, ketika masinis mengaktifkan sistem pengereman, udara akan didistribusikan melalui pipa kecil di sepanjang roda, dan membuat friksi pada roda. Nah, friksi itulah yang akan membuat kereta berhenti.

Sebenarnya, kereta api yang ada saat ini dilengkapi rem darurat. Namun, hal itu tidak dapat secara langsung membuat kereta berhenti, melainkan hanya membuat tekanan udara dan energi lebih besar sehingga kereta dapat lebih cepat berhenti.

Ini alasannya meskipun masinis melihat ada yang menerobos palang kereta, tetap akan terlambat melakukan pengereman.

Selain kedua hal itu, ada hal lain yang berpengaruh pada jarak pengereman kereta, yaitu yang paling utama adalah kecepatan. Semakin tinggi kecepatan kereta api, maka semakin panjang jarak pengeremannya.

Selain itu, masalah kemiringan jalan rel, persentase gaya pengereman, jenis kereta api–apakah kereta penumpang atau barang, jenis rem–blok komposit atau blok besi cor, dan kondisi cuaca, juga bisa menjadi faktor.

Baca Juga: Menkes Ungkap Praktik Bullying terhadap Dokter Muda, dari Kerjakan Tugas Senior hingga Antar Laundry

Simulasi jarak yang dibutuhkan kereta untuk berhenti

Agar lebih bisa membayangkan betapa sulitnya kereta berhenti tiba-tiba atau ngerem mendadak, KAI juga memberikan simulasi jarak yang dibutuhkan kereta untuk berhenti berdasarkan kecepatan kereta.

● Kecepatan 120 km/jam, bisa berhenti dalam jarak 800 meter
● Kecepatan 110 km/jam, bisa berhenti dalam jarak 750 meter
● Kecepatan 100 km/jam, bisa berhenti dalam jarak 505 meter
● Kecepatan 90 km/jam, bisa berhenti dalam jarak 480 meter
● Kecepatan 80 km/jam, bisa berhenti dalam jarak 379 meter
● Kecepatan 70 km/jam, bisa berhenti dalam jarak 336 meter
● Kecepatan 60 km/jam, bisa berhenti dalam jarak 221 meter
● Kecepatan 50 km/jam, bisa berhenti dalam jarak 157 meter
● Kecepatan 45 km/jam, bisa berhenti dalam jarak 132 meter

Dari penjelasan KAI ini, jadi bisa dimengerti alasan masinis KA 121 Brantas tidak mengerem mendadak saat ada truk yang mogok, ya. Bukan tidak mau, tetapi karena memang tidak bisa. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Twitter @KAI121

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X