Jenis rem yang dipakai saat ini adalah rem udara. Cara kerjanya dengan mengompresi udara dan disimpan hingga proses pengereman terjadi.
Jadi, ketika masinis mengaktifkan sistem pengereman, udara akan didistribusikan melalui pipa kecil di sepanjang roda, dan membuat friksi pada roda. Nah, friksi itulah yang akan membuat kereta berhenti.
Sebenarnya, kereta api yang ada saat ini dilengkapi rem darurat. Namun, hal itu tidak dapat secara langsung membuat kereta berhenti, melainkan hanya membuat tekanan udara dan energi lebih besar sehingga kereta dapat lebih cepat berhenti.
Ini alasannya meskipun masinis melihat ada yang menerobos palang kereta, tetap akan terlambat melakukan pengereman.
Selain kedua hal itu, ada hal lain yang berpengaruh pada jarak pengereman kereta, yaitu yang paling utama adalah kecepatan. Semakin tinggi kecepatan kereta api, maka semakin panjang jarak pengeremannya.
Selain itu, masalah kemiringan jalan rel, persentase gaya pengereman, jenis kereta api–apakah kereta penumpang atau barang, jenis rem–blok komposit atau blok besi cor, dan kondisi cuaca, juga bisa menjadi faktor.
Baca Juga: Menkes Ungkap Praktik Bullying terhadap Dokter Muda, dari Kerjakan Tugas Senior hingga Antar Laundry
Simulasi jarak yang dibutuhkan kereta untuk berhenti
Agar lebih bisa membayangkan betapa sulitnya kereta berhenti tiba-tiba atau ngerem mendadak, KAI juga memberikan simulasi jarak yang dibutuhkan kereta untuk berhenti berdasarkan kecepatan kereta.
● Kecepatan 120 km/jam, bisa berhenti dalam jarak 800 meter
● Kecepatan 110 km/jam, bisa berhenti dalam jarak 750 meter
● Kecepatan 100 km/jam, bisa berhenti dalam jarak 505 meter
● Kecepatan 90 km/jam, bisa berhenti dalam jarak 480 meter
● Kecepatan 80 km/jam, bisa berhenti dalam jarak 379 meter
● Kecepatan 70 km/jam, bisa berhenti dalam jarak 336 meter
● Kecepatan 60 km/jam, bisa berhenti dalam jarak 221 meter
● Kecepatan 50 km/jam, bisa berhenti dalam jarak 157 meter
● Kecepatan 45 km/jam, bisa berhenti dalam jarak 132 meter
Dari penjelasan KAI ini, jadi bisa dimengerti alasan masinis KA 121 Brantas tidak mengerem mendadak saat ada truk yang mogok, ya. Bukan tidak mau, tetapi karena memang tidak bisa. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
"Tanganku Berlumur Darah", Ucap Oppenheimer Usai Kembangkan Bom Atom Hiroshima-Nagasaki
Kenakan Baju Koboi yang Dipakai Jimin, Ryan Gosling Berikan Hadiah untuk Vokalis BTS Itu
3 Cara Belajar Keterampilan AI untuk Meningkatkan Wawasan dan Peluang Kerja yang Baru
Ada Lagi, Penipuan di WhatsApp Menggunakan Fitur Voice Note. Benarkah Berbahaya?
Main di Ariyah dari Jembatan Ancol, Ario Bayu Ternyata Besar di Teater-teater Selandia Baru
Lowongan Kerja Management Information System Analyst di PT Permodalan Nasional Madani