Selain itu, tes DNA juga memiliki fungsi lainnya, yaitu:
1. Mengetahui garis keturunan
DNA seorang anak yang terdiri atas campuran DNA kedua orangtua, kemungkinan struktur genetisnya mirip dengan orang tua adalah sebanyak 99,9%. Itulah mengapa tes ini menjadi acuan yang akurat untuk mengetahui asal usul seorang anak.
Tes DNA juga bisa untuk memeriksa tentang garis keturunan yang lebih tinggi dan mengetahui leluhur beberapa generasi ke atas.
2. Kebutuhan medis
Tak hanya untuk mengetahui garis keturunan, tes DNA juga penting untuk mengetahui risiko terhadap kondisi medis tertentu, seperti:
• Mengetahui kondisi penyakit genetik yang diturunkan dalam keluarga.
• Mengetahui janin dalam kandungan memiliki risiko terhadap kelainan genetik.
• Mendiagnosis kondisi genetik yang menjadi dasar kemunculan gejala yang dialami.
• Memahami dan membantu dokter dalam merencanakan pencegahan atau perawatan kanker.
Baca Juga: Gantengnya Justin Trudeau Pakai Batik Tumpal saat Gala Dinner, Apa Makna Tumpal pada Batik?
3. Kebutuhan forensik
Fungsi lain tes DNA adalah untuk kebutuhan forensik, biasanya terhadap korban kejahatan, korban kecelakaan, hingga korban bencana alam yang sulit diidentifikasi.
Pada korban kejahatan, tes DNA dapat membantu penyelidikan untuk menemukan tersangka.
Prosedur tes DNA
DNA bisa ditemukan dalam setiap sel tubuh makhluk hidup, seperti di darah, urine, rambut, air liur, bahkan feses.
Untuk sampel tes DNA, yang paling sering digunakan adalah darah, rambut, air liur, dan kuku. Namun, menurut Dr. Ade, sampel DNA terbaik adalah yang diambil dari darah.
Meski begitu, metode pengambilan lainnya juga dapat digunakan jika dilakukan dengan benar dan oleh personel yang kompeten. Misalnya saja, rambut atau batang rambut, dan lebih baik lagi akar rambut lebih baik.