PejuangKantoran.com - Jika ChatGPT bisa diandalkan untuk melakukan berbagai pekerjaan, tetapi banyak yang masih tidak setuju jika teknologi ini menyentuh ranah kedokteran. Namun, ChatGPT terbukti bisa membantu mendiagnosa penyakit.
Saat seorang anak laki-laki berusia 4 tahun merasakan sakit, sang ibu melakukan pencarian selama tiga tahun untuk menemukan sumber penderitaan putranya.
"Kami menemui begitu banyak dokter. Pada satu titik, kami berakhir di UGD. Saya terus berusaha. Saya benar-benar menghabiskan malam di depan (komputer)… melalui semua hal ini," kata sang ibu kepada TODAY.
Baca Juga: Merdi Sihombing Padukan Ulos dan Gaya Jalanan New York di New York Fashion Week SS 2023/2024
Ia bahkan sudah menemui lebih dari 17 dokter selama periode tiga tahun. Namun, para dokter hanya menawarkan rujukan atau solusi sesuai dengan bidang keahlian spesifiknya, bukan gambaran besarnya.
Selama itu, para dokter tidak pernah bisa memberikan diagnosis yang pasti untuk anaknya.
Memutuskan meminta bantuan ChatGPT
Saat ChatGPT mulai dikenal dan digunakan oleh banyak orang, ibu ini memutuskan berbagi detail mendalam tentang rasa sakit putranya dengan chatbot, termasuk informasi dari berbagai MRI yang pernah dijalaninya.
Hasilnya, kemungkinan diagnosis yang diberikan oleh ChatGPT adalah tethered cord syndrome atau gangguan neurologis yang membatasi pergerakan sumsum tulang belakang seseorang, sehingga menyebabkan rasa sakit.
Setelah banyak upaya diagnosis yang gagal, mulai dari menemui dokter gigi, dokter anak, dan spesialis terapi fisik, semua pertanyaan sang ibu akhirnya terjawab oleh ChatGPT.
Saat chatbot AI memberitahu bahwa anaknya menderita penyakit tersebut, ia merasa penjelasan itu sangat masuk akal.
"Saya memeriksa baris demi baris semua yang ada di (catatan MRI) miliknya dan menghubungkannya ke ChatGPT,” cerita sang ibu.
Ia menekankan kondisi anaknya yang tidak bisa mengonsumsi saus apel. Menurutnya, itu adalah pemicu besar bahwa ada masalah struktural pada sang anak.
Baca Juga: Makin Banyak Orang Jepang Enggan Menikah, Ini Alasan yang Dilontarkan Laki-laki maupun Perempuan
Setelah diagnosis ChatGPT tersebut, ibu ini bergabung dengan grup Facebook yang anaknya menderita kondisi sama dan menemukan kesamaan antara putranya dan anak-anak mereka.