Sementara itu, pengusaha yang kerap dijuluki Crazy Rich Surabaya, Tom Liwafa, menyuarakan kekecewaan yang dirasakan dengan aturan pemerintah tersebut, di akun Instagram pribadinya, @tomliwafa.
“Sekarang kalau sedikit-sedikit melarang, pertanyaan saya pemerintah ini apa bentuk dari digitalisasi UMKM? Solusinya di mana? Sedangkan kita mengorbankan berapa banyak, berapa ratus ribu seller yang terbentuk,” katanya.
Baca Juga: Pemerintah Resmi Melarang TikTok Jalankan Bisnis Media Sosial dan e-Commerce Sekaligus!
Di kolom komentarnya, para penjual online lain juga memberikan pendapatnya. Misalnya saja akun @novie.94 yang bilang bahwa masalah besar sebenarnya adalah para pedagang besar yang memberikan harga tidak wajar atau di bawah harga pasar offline.
Hal tersebut membuat UMKM kecil tidak bisa bersaing karena tidak bisa memberikan harga yang sama.
Lalu, akun @pabloesjerukkk juga berpendapat bahwa yang membuat toko online susah adalah bersaing dengan pemilik brand atau pabriknya langsung. Hal itu membuat pembeli lebih percaya ke official store daripada penjual biasa. (Elga Windasari)