Untuk melakukan riset mengenai hal tersebut, dilakukan penelitian selama tiga tahun yang didanai oleh RISPRO LPDP.
"Jadi dengan kereta cepat ini akan terjadi akselerasi penguasaan teknologi ya, baik di pihak perguruan tinggi sebagai peneliti dan juga ada BRIN yang juga bertindak sebagai mitra peneliti, ya lembaga riset dan pengujian, dan juga PT INKA sebagai manufaktur,” ucap Agus.
Baca Juga: Jajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Menhub Budi Karya Sumadi Tiba dalam Waktu 50 Menit
Dengan pengembangan Kereta Cepat Merah Putih ini, untuk ke depannya Indonesia tidak perlu lagi mengandalkan negara lain mengenai prasarana kereta cepat karena sudah mampu memproduksi sendiri dan tidak perlu lagi melakukan impor.
Agus bilang, "Suatu hari kita tidak bergantung lagi ke produk-produk impor misalnya kursi kereta api eksekutif yang banyak kita impor, sleeper set yang banyak kita impor, kita sudah bisa bikin di dalam negeri dan juga teknologi car body yang selama ini masih menggunakan steel structure sekarang sudah menggunakan aluminium extrusion dengan manufaktur yang sangat bagus."
Jadi, Kereta Cepat Jakarta Surabaya atau kereta cepat Merah Putih ini tidak hanya membuat perjalanan menjadi lebih cepat, tetapi juga mendorong industri perkeretaapian Indonesia menuju puncaknya. (Elga Windasari)