Tidak ada solusi yang memudahkan penonton disabilitas dari panitia
Karena sudah banyak penonton disabilitas dan pendampingnya yang emosi, Tirta akhirnya mencoba memberikan solusi untuk mendatangi langsung kursi yang sudah ditempati dan konfrontasi langsung.
Namun, solusi tersebut ditolak dan panitia meminta hanya perwakilan saja yang terlebih dahulu melihat ke area kursi penonton. Jika sudah aman, barulah pengguna kursi rodanya ikut masuk.
Baca Juga: Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Antara Asisten Pribadi dan Sekretaris
Entah bagaimana, area tersebut akhirnya bisa dikosongkan. Akhirnya, penonton disabilitas dijemput dan bisa masuk. Meskipun mereka tidak duduk di kursi masing-masing.
Tirta bilang, “Nyampe di sana, ya emang ada orang-orang yang gak pake kursi roda. Cuma karena udah gelap, udah dapet seat, udah mau mulai, akhirnya udah ikhlasin aja. Udah cape, keringetan, pegel.”
Menurut Tirta, kondisi disabilitas dirinya mungkin tidak terlalu perlu “dikasihani” dan masih cukup kuat. Namun, ada penonton yang tidak sanggup untuk naik tangga, tetapi dipaksa untuk melakukannya.
“Kondisinya gak sekuat gue. Kasian banget asli. Ada teteh2 bawa adiknya yang (kayaknya) cerebral palsy. Gimana coba mau gotong2 naik tangga?” tanyanya.
Panitia salah, (ada) penonton tidak merasa bersalah
Keputusan untuk berkumpul dan berserikat dengan para pengguna kursi roda dan penonton disabilitas lainnya, dianggap sebagai jalan yang sangat tepat oleh Tirta. Menurutnya, jika tidak dilakukan, mereka akan akan terus dilempar oleh panitia.
“Akhirnya kami ngumpul, bergerombol di pintu masuk VIP pejabat, biar panitia liat. Biar sekalian keliatan ironinya,” ujarnya.
Baca Juga: Jangan Sembarangan Scan QR Code e-Toll Gratis, Bisa Jadi Salah Satu Modus Penipuan Baru!
Tirta dengan tegas menyebut bahwa pihak panitia salah. Namun, masalah diperparah dengan adanya penonton tidak merasa bersalah karena sudah menyerobot kursi disabilitas, yang memang diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.
Tirta menyebut mereka “mentalnya kayak sampah”. Ditambah dengan panitia yang tetap salah karena tidak memiliki suara yang cukup kuat untuk menolak penonton seperti itu.
Jika memang disediakan oleh panitia, penonton disabilitas berhak mendapatkan kursi untuk menonton idolanya. Semoga pengalaman buruk Tirta saat menonton konser Coldplay ini tidak terjadi di konser-konser lainnya. (Elga Windasari)