Kacau! Kursi Penonton Disabilitas di Konser Coldplay Malah Diberikan ke Orang yang Tidak Berhak

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 16 November 2023 | 22:09 WIB
Penonton disabilitas di konser Coldplay di Jakarta kecewa karena pelayanan yang dijanjikan panitia tidak terbukti.  (Twitter @romeogadungan dan Instagram @____abam)
Penonton disabilitas di konser Coldplay di Jakarta kecewa karena pelayanan yang dijanjikan panitia tidak terbukti. (Twitter @romeogadungan dan Instagram @____abam)

PejuangKantoran.com - Beberapa hari sebelum konser Coldplay di Jakarta digelar pada 15 November 2023, pihak promotor, PK Entertainment, mengeluarkan panduan dan ketentuan untuk para penonton konser. Salah satunya untuk penonton disabilitas.

Dalam panduan, disebutkan bahwa penonton konser Coldplay di Jakarta yang membutuhkan bantuan bisa langsung menuju ke stan medis atau mencari kru untuk membantu.

Syaratnya, penonton disabilitas di konser Coldplay di Jakarta harus menunjukkan surat keterangan medis sebagai bukti dari institusi dan dokter yang sah. Faktanya, bukan itu yang terjadi saat konser berlangsung.

Baca Juga: 3 Pekerjaan HRD dan Finance yang Bisa Dibantu oleh AI, Kerja Sama Dua Divisi Makin Kompak!

Salah seorang penonton disabilitas bernama Tirta, menceritakan pengalaman buruknya saat menonton konser Coldplay di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di akun X miliknya, @romeogadungan.

Chaosnya konser di Indonesia itu kombinasi antara tidak becusnya promotor dan mental orang Indo yang emang sampah. Gue juga punya cerita di konser Coldplay semalam,” tulisnya.

Panitia konser Coldplay tidak bisa diandalkan

Menurut Tirta, saat membeli tiket konser Coldplay, ia mendapatkan email yang bertuliskan bahwa pengguna kursi roda akan dibantu tim medis untuk masuk ke dalam venue—seperti yang disebutkan di atas.

Begitu nanya medic, semua bengong gak tau ngapain. Akhirnya di ping-pong naik turun. Gak tau masuk lewat mana. Ada kali sejam gue naik turun nyari pintu masuk di mana,” ceritanya.

Karena terus dilempar oleh panitia konser tanpa mendapatkan kepastian, akhirnya Tirta berinisiatif mengumpulkan para pengguna kursi roda dan penonton disabilitas lainnya. Total ada sekitar 10 orang yang berkumpul.

Setelah melihat cukup banyak penonton disabilitas, baru ada perwakilan panitia yang datang. Namun, mereka justru mengatakan bahwa area wheelchair sudah penuh.

Baca Juga: Betulkah PHK di Nestle Indonesia Merupakan Dampak Aksi Boikot Produk Pro Israel?

Saat ditanya siapa yang mengisi, dengan entengnya panitia menjawab, “Diisi orang-orang pemegang tiket biasa, yang somehow pake kursi roda pas hari H. Katanya "kecelakaan" deket2 konser.”

Menurut Tirta, para penonton tersebut menggunakan kursi roda dadakan dan meminta ditempatkan oleh panitia di bagian kursi roda.

“Sementara pemegang tiket wheelchair, yang dari awal ngurusin surat dari RS, dll harus rela pindah ke bagian yang ada tangga2nya. Itu solusi dari panitia. Di sini gue udah mau ngamuk,” ceritanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: X @romeogadungan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X