Pihak berwenang China mengaitkan peningkatan ini dengan pencabutan pembatasan COVID-19 dan peredaran patogen yang diketahui seperti influenza, yaitu mycoplasma pneumoniae (infeksi bakteri umum yang biasanya menyerang anak-anak yang lebih muda), respiratory syncytial virus (RSV), dan SARS-CoV-2 (virus penyebab COVID-19).
Baca Juga: 3 Pertimbangan Sebelum Berhenti Jadi Pegawai Kantoran untuk Jadi Wirausahawan, Biar Nggak Nyesel!
Mereka menekankan perlunya peningkatan pengawasan penyakit di fasilitas kesehatan dan lingkungan masyarakat, serta memperkuat kapasitas sistem kesehatan untuk menangani pasien.
Saat ini, WHO berhubungan dengan para dokter dan ilmuwan melalui kemitraan dan jaringan teknis yang ada di China.
Apalagi, sejak pertengahan Oktober 2023 lalu, China bagian utara telah melaporkan adanya peningkatan penyakit mirip influenza dibandingkan dengan periode yang sama pada tiga tahun sebelumnya.
WHO merekomendasikan agar orang-orang di China mengikuti langkah-langkah untuk mengurangi risiko penyakit pernapasan, yaitu:
Baca Juga: Ini Jobdesk Engineer dan Analyst, Sama-Sama Bekerja dengan Data tapi Beda Fokus
• Melakukan vaksinasi yang direkomendasikan;
• Menjaga jarak dari orang yang sedang sakit;
• Tinggal di rumah saat sakit;
• Menjalani tes dan perawatan medis sesuai kebutuhan;
• Memakai masker sesuai kebutuhan;
• Memastikan ventilasi yang baik;
• Mencuci tangan secara teratur.
Hingga pernyataan ini ditulis pada 22 November 2023, belum ada informasi terbaru mengenai wabah pneumonia di China ini, dan WHO akan terus memberikan informasi terbaru. (Elga Windasari)