Sementara menurut Presiden FSBMM Dwi Haryoto, demonstrasi masih terus dilakukan karena pihak perusahaan tidak memenuhi janji kesepakatan setelah PHK berlangsung.
Menurutnya, pihak mereka telah meminta pihak perusahaan untuk memberikan kesempatan pertukaran pekerja yang terkena PHK dengan pekerja yang sukarela mengajukan paket efisiensi.
Baca Juga: Promo Tiket KAI 12 12, Cek Syarat dan Ketentuannya di Sini, Jangan Sampai Salah Beli
Namun, setelah melakukan perundingan panjang, pihak Nestle tidak mengindahkan usulan tersebut. Padahal, seharusnya efisiensi karyawan harus tetap menerapkan metode sukarela, bukan paksaan.
Manajemen Nestle mengatakan langkah PHK ini diambil untuk melakukan penyesuaian terhadap bisnis agar menjadi lebih efisien dan tumbuh dalam jangka waktu panjang.
Meski hasil dari penyesuaian adalah terdampaknya pekerjaan para karyawan, tetapi PT Nestlé Indonesia berjanji akan melakukan yang terbaik untuk meminimalkan dampak dari perubahan ini terhadap karyawan. (Elga Windasari)