news

Ingin Kerja di Jepang? Ini Kenyataan Soal Upah dan Budaya Kerja di Jepang yang Jarang Diketahui

Sabtu, 23 Desember 2023 | 07:00 WIB
Ilustrasi: Benarkah upah dan kualitas hidup di sana dianggap lebih baik daripada di Indonesia? (Freepik)

Keputusannya itu memungkinkan Yuko Tamura untuk mempertahankan work life balance. Ia memilih kembali ke sekolah untuk mendapatkan gelar MBA, tanpa berhenti dari pekerjaannya.

“Pada awalnya, saya merasa malu karena tidak mengejar jalan kesuksesan yang dijanjikan. Namun, saya tahu saya akan kehabisan tenaga jika saya menerima tawaran itu,” ujarnya.

Baca Juga: PlayStation Gelar Program Diskon Games PS4 dan PS5, Game Apa yang Diskon hingga 95%?

Kemajuan seseorang tidak selalu didasarkan pada kinerjanya

Tidak seperti banyak perusahaan Amerika, sebagian besar tempat kerja Jepang dikelola oleh sistem senioritas dalam hal kompensasi dan kenaikan gaji.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa orang tidak menjadi manajer sampai mereka mencapai usia pertengahan 40-an, terlepas dari seberapa keras mereka bekerja.

Prestasi juga sering dikaitkan dengan tim daripada individu. Manajer bertanggung jawab atas setiap kesalahan bawahan, dan diharapkan untuk menampilkan kepemimpinan tanpa pamrih. Hal ini tidak jarang merugikan kehidupan pribadi mereka.

Saat ini, sudah semakin banyak orang yang menolak jabatan lebih tinggi atau promosi, meskipun ada tekanan luar biasa dari pimpinan perusahaan.

Pada akhirnya, mereka memutuskan untuk memprioritaskan kesehatan mentalnya daripada kemajuan karir.

Apakah kamu sudah siap bekerja di Jepang?

Jika kamu ingin tetap bekerja di Jepang, ada beberapa hal yang perlu kamu ingat.
Loyalitas perusahaan sangat dihargai di Jepang. Kamu mungkin tidak bisa mengambil cuti panjang karena itu tidak umum dilakukan.

Baca Juga: Orang Kantoran Sport Enthusiast Rentan Alami 4 Cedera Ini

Masalah loyalitas membuat para pekerja merasa sulit beristirahat atau mengeksplorasi pilihan lain karena norma-norma sosial yang gila kerja.

Itulah sebabnya semakin banyak yang meninggalkan tempat kerja karena masalah pribadi dan keluarga.

Jika kamu sudah siap dengan itu semua, tak ada salahnya mencoba peruntungan ke Jepang. Namun, jika kamu tidak siap, sebaiknya pikirkan ulang atau mencari negara lain yang lebih “bersahabat”. (Elga Windasari)

Halaman:

Tags

Terkini