5. Lazy girl jobs – 37 juta kali ditonton
Tren ini menandakan gerakan yang berkembang di antara karyawan yang memprioritaskan keseimbangan kehidupan kerja yang sehat daripada menyesuaikan diri dengan jam kerja tradisional 9 to 5.
Dampak tren ini bergema di tempat kerja dengan menyoroti pentingnya fleksibilitas dan kesejahteraan karyawan. Perusahaan jadi mulai memerhatikan dan merespons sesuai dengan strategi kerja mereka.
Baca Juga: Glock, Senjata Api Genggam Sejuta Umat, Laris di Film-film hingga Penjahat
Banyak perusahaan yang mulai menawarkan opsi kerja jarak jauh dan penekanan nyata pada hasil, yang menandakan perubahan pada fokus pekerja yang dinilai berdasarkan jumlah jam kerja.
6. Act your wage – 22.6 juta kali ditonton
Istilah ini muncul dari sebuah filosofi yang terinspirasi oleh frasa terkenal, yaitu “Act your age” atau "bertindak sesuai usiamu".
Pada dasarnya, karyawan diharapkan untuk mematuhi harapan yang dijelaskan dalam deskripsi pekerjaan tanpa melebihi tanggung jawab tersebut.
Dengan hanya berfokus pada tugas yang terkait langsung dengan gaji, karyawan mengadopsi pola pikir "act your age" yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan lebih baik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Baca Juga: Pernah Dididik di Inter Milan, Ciccio Manassero Percaya Karakter Bisa Dibangun melalui Olahraga
7. Quiet hiring – 14.4 juta kali ditonton
Ini mengacu pada strategi saat pengusaha mengatasi kesenjangan atau kebutuhan di tempat kerja tanpa perekrutan formal karyawan baru.
Biasanya dilakukan dengan menetapkan tugas atau tanggung jawab tambahan kepada anggota staf saat ini tanpa penyesuaian yang sesuai dengan kompensasi mereka.
Selain itu, quiet hiring juga bisa berbentuk penugasan kembali pekerja ke jabatan yang berbeda dalam perusahaan untuk memenuhi tuntutan kepegawaian.
8. Bare minimum Mondays – 3.9 juta kali ditonton