PejuangKantoran.com - Kamu pasti kaget kalau ada rekan kerja yang mendadak resign setelah naik jabatan ke posisi yang sangat dia inginkan. Apakah dia memanfaatkan jabatannya yang sudah naik untuk mencari pekerjaan lain dengan gaji yang lebih tinggi? Apakah pekerjaan itu tak sesuai harapannya?
Sebelum kamu bertanya-tanya lebih lanjut tentang alasan orang resign setelah naik jabatan, perlu kamu ketahui bahwa fenomena ini ternyata sudah biasa terjadi.
Setidaknya, menurut laporan yang dirilis oleh ADP, penyedia layanan penggajian dan SDM, 29% karyawan resign setelah naik jabatan bahkan dalam bulan pertama sejak dipromosikan. Tetapi, fenomena ini jarang terjadi di level kepemimpinan.
Baca Juga: Cuti dan Mudik, Pilihan Warga China di Festival Musim Semi
ADP menyimpulkan, data ini menunjukkan bahwa naik jabatan akan memberikan peluang baru untuk mencari pekerjaan di luar perusahaan tempat mereka bekerja saat ini.
Namun, masih menurut ADP, hal ini juga konsisten dengan fenomena lain di tempat kerja:
“Orang yang diberi tanggung jawab lebih besar tanpa persiapan, kompensasi, atau sumber daya yang memadai, kemungkinan besar akan berhenti,” tulis ADP.
Faktor-faktor pertimbangannya
Mengenai kemungkinan alasan karyawan resign setelah naik jabatan, Ashutosh Khanna, salah satu pendiri WalkWater Talent Advisors, mengatakan ada beberapa faktor penyebabnya.
Manajer, lingkungan dan fleksibilitas tempat kerja, peluang pertumbuhan dan pembelajaran, tingkat keterlibatan, kompensasi dan lokasi, adalah faktor utama yang dipertimbangkan orang ketika membandingkan prospek peluang baru dengan peluang yang ada saat ini.
Direktur perusahaan pencarian eksekutif dan penasihat bakat itu juga mengatakan, promosi jabatan adalah hasil kinerja karyawan selama periode tertentu. Maka kandidat berkinerja tinggi pasti selalu dibutuhkan.
Baca Juga: Perusahaan Milik Cinta Laura, PT Cinta Paras Semesta, Buka Lowongan Kerja Creative Writer
Meskipun demikian, menurutnya hanya ada sedikit korelasi antara pengunduran diri dan promosi jabatan di tingkat kepemimpinan.
“Ketika para pemimpin dipromosikan, umumnya mereka lebih menaruh perhatian pada kesuksesan perusahaan. Meskipun ada pengecualian, umumnya tidak lazim bagi para pemimpin untuk berhenti segera setelah promosi jabatan,” katanya.
Neelabh Shukla, Chief Business Officer di perusahaan penyedia solusi bakat, Careernet, menambahkan, jarang ada kandidat mengundurkan diri segera setelah naik jabatan, kecuali ada perubahan yang tidak terduga.