news

Gabriel Attal, Perdana Menteri Termuda Perancis yang Sudah Bergabung di Partai Sejak Umur 17

Kamis, 11 Januari 2024 | 10:55 WIB
Gabriel Attal menjadi Perdana Menteri termuda Prancis di usianya yang baru 34 tahun. (Instagram/gabrielattal)

PejuangKantoran.com - Menjadi pemimpin negara di usia muda saat ini sepertinya sedang tren. Setelah Emmanuel Macron dilantik sebagai Presiden Prancis pada usia 40 tahun pada tahun 2017, kini ia menunjuk Gabriel Attal sebagai Perdana Menteri Prancis yang baru, Selasa (9/1/2024).

Di usia 34, Gabriel Attal menjadi Perdana Menteri termuda Prancis. Ia menggantikan Perdana Menteri Elisabeth Borne yang mengundurkan diri pada Senin (8/1/2024) di tengah perombakan kabinet yang dilakuka oleh Emmanuel Macron.

Gabriel Attal, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pendidikan, merupakan salah satu politisi terpopuler di negara tersebut. Pengangkatan dirinya sebagai Perdana Menteri termuda Prancis dianggap sebagai upaya peningkatan popularitas Macron menjelang pemilihan Parlemen Eropa pada Juni.

Baca Juga: Twitch PHK Karyawan, Sekitar 35 Persen atau 500 Pekerja Jobless

Langkah Emmanuel Macron me-reshuffle kabinet dianggap sebagai upaya memberikan momentum baru pada tiga tahun terakhir masa kepresidenannya.

Macron juga ditengarai ingin meningkatkan peluang partainya yang berhaluan tengah dalam pemilihan Parlemen Eropa nanti.

Dear @GabrielAttal, saya tahu saya dapat mengandalkan energi dan komitmen Anda untuk melaksanakan proyek revitalisasi dan regenerasi yang saya umumkan,” tulis Macron di akun X-nya tentang penunjukan Attal.

Macron memang menghadapi tantangan yang sulit selama setahun terakhir. Ketidakpuasan publik yang meluas atas melonjaknya biaya hidup dan reformasi pensiun yang diperebutkan tahun lalu telah berdampak serius terhadap peringkat Macron.

Peluangnya dalam pemungutan suara di Uni Eropa turun drastis, di mana partainya tertinggal jauh di belakang sayap kanan Marine Le Pen.

Komunikator hebat

Secara keseluruhan, Gabriel Attal dianggap sebagai pilihan yang menarik di seluruh spektrum politik. Attal tengah menjadi “bintang baru” dalam politik Prancis.

Baca Juga: Sutradara Upi Avianto Ingin Film Sehidup Semati Mendobrak Normalisasi KDRT yang Merugikan Perempuan

“Jelas Emmanuel Macron berharap Gabriel Attal akan membantu merevitalisasi pemerintahannya,” kata Wartawan senior Al Jazeera Natacha Butler.

“Sebagian besar politisi dan anggota parlemen setuju bahwa (Attal) adalah seorang yang sangat terampil dan komunikator yang baik, bahwa dia adalah seorang politisi yang ambisius,” tambahnya.

Attal adalah loyalis Macron, yang menjadi terkenal sebagai juru bicara pemerintah selama pandemi COVID-19 dan mendapatkan reputasi sebagai komunikator yang hebat.

Halaman:

Tags

Terkini