news

Melihat "Indonesia di Mata Perupa,” Kreativitas dan Harapan Seniman Lokal untuk Indonesia

Minggu, 28 Januari 2024 | 14:30 WIB
ProgramMuda bersama para pelukis menggelar Indonesia Di Mata Perupa untuk Ganjar Mahfud.

PejuangKantoran.com - "Indonesia di Mata Perupa" menjadi magnet bagi 100 pelukis profesional yang berkumpul di Distrik 6, posko relawan Tim Pemenangan Muda (TPM) Ganjar Mahfud. 

Program ini digagas oleh ProgramMuda, kelompok relawan yang mendukung Ganjar - Mahfud. Ajang inspiratif menghubungkan seni rupa dan aspek perubahan positif di Indonesia. 

Acara penuh warna ini tidak hanya diadakan secara langsung tapi juga diadakan secara daring dengan mengundang seniman digital untuk bergabung dalam kompetisi dengan skala nasional.

Para kreator dapat mendaftar melalui laman Pelukis Digital Nusantara hingga 7 Februari 2024.  

Baca Juga: 3 Cara Menghindari Cedera Karena Kelamaan Bekerja, Hati-hati Kesehatanmu

"Acara ini menyoroti perhatian khusus pasangan Ganjar-Mahfud MD terhadap seni rupa. Para pelukis dan perupa memiliki kesempatan unik untuk menyuarakan perasaan dan harapan mereka melalui karya seni, yang akan dipentaskan di depan Bapak Ganjar dan Mahfud," ucap Heru Dewanto, Sekretaris Eksekutif Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud MD. 

Karya seni yang dipamerkan mencakup berbagai sudut pandang. Dari gambaran Indonesia dalam sosok wanita cantik yang dikenal sebagai “Ibu Pertiwi."

Karya seni ini juga dihiasi dengan gambar sosial dan politik di atasnya. Tak ketinggalan pasangan Ganjar-Mahfud yang gagah berjalan di depan Monumen IKN juga ditampilkan.

Lukisan-lukisan lain menggambarkan purwarupa terasering membentuk peta Indonesia, serta berbagai ekspresi tinta lainnya. 

Baca Juga: Adinda Thomas Kewalahan Harus Bikin Suara Ketawa yang Menyebalkan di Pemukiman Setan

"Para pelukis hari ini hadir dengan kebahagiaan luar biasa, memanfaatkan kesempatan untuk mengekspresikan harapan dan pendapat mereka. Kami yakin hal ini akan membuat suara pelukis dan perupa semakin terdengar dan dihargai oleh masyarakat Indonesia," ucap Isditya Jayanegara, Ketua Pelaksana ProgramMuda. 

Kehadiran pelukis disabilitas semakin menambah kekayaan acara ini. Hal ini membuktikan bahwa keterbatasan tidak membatasi kemampuan mereka dalam menyampaikan harapan dan perasaan melalui tinta di atas kanvas.

Konsep semi-kompetisi ini didukung oleh Dewan Juri Lomba Lukis, termasuk Citra Smara Dewi (Dekan FSRD IKJ dan Kurator Galeri Nasional), Yusuf Susilo Hartono (Praktisi Seni dan Wartawan Budaya), dan Mas Padhik (Seniman dan Pelukis Alumnus ISI Yogyakarta).

Tags

Terkini